MALANG POST – Auria Nur Laila, mahasiswi Program Studi Peternakan PSDKU Universitas Brawijaya Kediri sekaligus penerima Beasiswa KIP Kuliah, resmi diwisuda di Gedung Samantha Krida Malang, Minggu (11/10/2026), meraih IPK 3,94 di tengah kesibukannya beternak kambing mandiri demi membantu ekonomi keluarga.
Tidak semua mahasiswa sanggup membagi konsentrasi secara seimbang antara menuntut ilmu di perguruan tinggi dan mengelola usaha peternakan mandiri. Sebagian besar anak muda seusianya umumnya menghabiskan waktu luang untuk bersosialisasi atau berkumpul bersama teman sejawat.
Namun, keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi Auria Nur Laila. Mahasiswi Program Studi Peternakan Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Brawijaya (UB) Kediri ini konsisten mengawali aktivitas hariannya dengan membersihkan kandang dan memberi pakan ternak sebelum melangkah ke ruang kuliah.
“Sehabis salat Subuh, saya mengurus ternak di kandang sampai sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu baru bersiap berangkat kuliah. Perjalanan dari rumah menuju kampus memakan waktu sekitar 30 menit,” tutur lulusan terbaik yang sukses meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 tersebut, Minggu (11/10/2026).
Selama berada di area kampus, Auria mengoptimalkan setiap jengkal waktunya untuk menuntaskan laporan praktikum, menjalankan tugas sebagai asisten laboratorium, hingga merancang materi kompetisi ilmiah.
Auria, yang diterima di UB melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), menuturkan bahwa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang diperolehnya sejak semester pertama menuntutnya untuk sangat bijak dan efisien dalam mengelola keuangan harian.
“Kebutuhan pokok sehari-hari seperti makan dan separuh biaya transportasi disokong oleh orang tua. Sementara kebutuhan akademis—seperti alat tulis, operasional praktikum, riset penelitian, pencetakan dokumen, buku pustaka, uang saku KKN dan PKL, hingga perawatan berkala sepeda motor—seluruhnya saya penuhi mandiri dari alokasi uang saku KIP Kuliah,” terangnya.
Enggan terus membebani ayahnya yang berjuang keras mencari nafkah sebagai penjual es dawet keliling, Auria memberanikan diri menyisihkan sisa uang saku beasiswanya sebagai modal awal beternak kambing skala kecil secara mandiri.
“Saya nekat belajar memelihara kambing menggunakan tabungan beasiswa yang ada. Niat awalnya sebatas memanfaatkan waktu luang dan belajar wirausaha mandiri. Alhamdulilah usaha ini terus berlanjut,” kenang Auria.
Meski obsesi untuk memperbesar populasi ternaknya sempat tertahan akibat lonjakan harga pakan konsentrat di pasaran, Auria tidak pernah patah semangat. Ia berencana merambah diversifikasi usaha ke komoditas lain, yakni budi daya ayam kampung petelur.
“Saya juga bercita-cita menjadi mantri ternak atau petugas inseminator (inseminator). Sejak masa perkuliahan, saya menaruh minat amat besar pada bidang kesehatan dan teknologi reproduksi hewan,” tegasnya.
Auria memilih disiplin ilmu peternakan karena mencermati potensi pengembangan sektor agribisnis yang sangat prospektif di kawasan tempat tinggalnya di Kediri.
“Saya tertarik mempelajari tata kelola hewan ternak secara komprehensif, mulai dari ternak pemamah biak (ruminansia), non-ruminansia, hingga aneka ternak harapan. Selain itu, kurikulum program studi ini memberikan bekal manajemen pemeliharaan yang utuh untuk prospek karier yang luas,” pungkasnya.
Auria Nur Laila mengukuti prosesi wisuda secara khidmat pada Minggu (11/10/2026) di Gedung Samantha Krida Kampus Utama UB Malang bersama 655 lulusan wisudawan lainnya. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




