PEMBUKAAN: Bupati Malang, HM Sanusi, saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus MWCNU dan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Ampelgading Masa Khidmat 2026–2031. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Bupati Malang, HM. Sanusi, menantang jajaran pengurus MWC Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Ranting NU se-Kecamatan Ampelgading yang baru dilantik, agar tidak sekadar berfokus pada ranah dakwah keagamaan. Melainkan bertindak nyata menjadi penggerak kemandirian ekonomi berbasis pertanian dan UMKM warga lereng Gunung Semeru, Minggu (11/10/2026) siang.
Pengukuhan kepengurusan organisasi keagamaan di tingkat kecamatan, sering kali berhenti sebagai agenda rutin lima tahunan.
Namun di Gedung MWC NU Kecamatan Ampelgading pada Minggu (11/10/2026) siang, narasi tersebut diubah secara mendasar.
Abah Sanusi -sapaan akrab Bupati Malang- hadir langsung dalam acara Pelantikan Pengurus MWCNU dan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Ampelgading Masa Khidmat 2026–2031.
Di hadapan ratusan ulama, kiai, dan pimpinan badan otonom yang memadati ruangan, pimpinan tertinggi Pemkab Malang ini melemparkan tantangan terbuka.
Bupati yang juga politisi senior itu menegaskan, momentum pengukuhan struktur organisasi harus dijadikan pijakan awal aksi nyata.
Amanah kepengurusan baru dipandang kurang lengkap, jika hanya berfokus pada ruang panggung dakwah mimbar semata.
“Momentum pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Ini adalah peneguhan amanah dan tanggung jawab untuk melanjutkan khidmat nyata kepada umat dan daerah,” tegas Abah Sanusi.
Garap Ekonomi Warga Perbatasan
Kecamatan Ampelgading berada di bentang alam kawasan timur Kabupaten Malang, yang berbatasan langsung dengan Lumajang.
Wilayah ini menyimpan kekayaan alam yang melimpah di sektor pertanian, perkebunan kopi, peternakan, hingga usaha mikro pedesaan.
Abah Sanusi menggarisbawahi, kekuatan jemaah NU yang sangat mengakar di tiap dusun, merupakan modal sosial yang tiada tandingannya.
Kekuatan jaringan jam’iyyah tersebut harus dikonversi menjadi kekuatan ekonomi riil masyarakat.
Masyarakat perdesaan tidak boleh terus-menerus diposisikan sekadar sebagai penonton atau objek pembangunan belaka.
Warga NU harus naik kelas menjadi pelaku utama yang menikmati langsung perputaran roda ekonomi daerah.
“NU di Ampelgading harus mampu mengambil peran dalam pemberdayaan ekonomi. Pengurus NU bersama badan otonom harus mendorong kemandirian ekonomi umat lewat penguatan UMKM, pengembangan koperasi, serta peningkatan keterampilan anak-anak muda,” urai Sanusi.
Menjaga Benteng Kerukunan Dan Sinergi
Guna mengeksekusi agenda kemandirian ekonomi tersebut, sinergi lintas sektor diposisikan sebagai syarat mutlak.
Pemerintah Kabupaten Malang diakui tidak akan sanggup bekerja sendirian, membangun wilayah geografis Kabupaten Malang yang sangat luas.
Butuh kolaborasi erat antara birokrat, tokoh agama, jajaran Forkopimcam, perguruan tinggi, hingga pelaku usaha swasta.
Di sisi lain, Abah Sanusi juga mewanti-wanti pentingnya merawat stabilitas dan kerukunan warga di tingkat tapak.
Perbedaan pandangan politik maupun kepentingan jangka pendek jangan sampai merusak ikatan persaudaraan antarwarga desa.
Prinsip dasar Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang meneduhkan harus terus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari.
“NU memiliki modal sosial yang sangat besar untuk merawat persaudaraan dan memperkuat moderasi beragama. Mari jaga kerukunan. Jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan nilai persaudaraan,” pangkas Sanusi. (PKP/Ra Indrata)




