Rektor UM Prof. Hariyono dalam kegiatan gerak jalan dalam rangka Dies Natalis ke-72 UM di lingkungan kampus, Minggu (11/10/2026). (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
MALANG POST – Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., mengimbau seluruh sivitas akademika untuk mengalihkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama BPJS Kesehatan ke Klinik Pratama UM di sela kegiatan Dies Natalis ke-72 UM, Malang, Minggu (11/10/2026), guna mengoptimalkan akses pelayanan medis kampus.
Universitas Negeri Malang (UM) mendorong jajaran dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, beserta keluarga besar kampus untuk memindahkan dan mengalihkan kepesertaan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS Kesehatan ke Klinik Pratama UM.
Langkah strategis ini ditempuh guna mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana kesehatan internal kampus, sekaligus memberikan kemudahan akses pelayanan medis yang cepat dan terintegrasi bagi seluruh warga perguruan tinggi.
Kendati demikian, hingga Oktober 2026, catatan peserta BPJS Kesehatan yang mengalihkan FKTP ke Klinik Pratama UM baru menyentuh angka sekitar 1.500 orang.
Jumlah tersebut dinilai masih terlampau kecil dan perlu dipacu secara masif, mengingat potensi populasi sivitas akademika di kampus UM yang menembus puluhan ribu orang.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan penegasan tersebut di sela-sela pergelaran gerak jalan sehat (Fun Walk) dalam rangka Peringatan Dies Natalis ke-72 UM, Minggu (11/10/2026). Momentum hari jadi kampus ini dimanfaatkan secara efektif untuk mengampanyekan keberadaan dan keunggulan Klinik Pratama UM.
Menurut Prof. Hariyono, ceruk potensi kepesertaan BPJS Kesehatan dari ekosistem UM sangat melimpah. Perguruan tinggi ini diperkuat oleh 1.435 dosen, 932 tenaga kependidikan, sekitar 48.000 mahasiswa program sarjana (S-1), serta 8.000 mahasiswa program magister (S-2) dan doktor (S-3).
Mencermati besarnya data populasi tersebut, manajemen UM optimistis mampu meningkatkan angka migrasi FKTP kepesertaan BPJS ke Klinik Pratama UM secara signifikan.
“Kami sangat berharap keluarga besar UM dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan modern yang telah disiapkan kampus. Kami juga mendirikan stan khusus untuk melayani konsultasi informasi dan pemanduan proses pengalihan FKTP secara langsung,” terang Hariyono, Minggu (11/10/2026).
Optimalisasi Perizinan dan Kualitas Layanan Klinik
Akselerasi perekrutan peserta BPJS Kesehatan ini beriringan dengan pembenahan internal tata kelola dan mutu pelayanan di Klinik Pratama UM.
Pengembangan fasilitas medis kampus tersebut mencakup penataan perizinan praktik dokter, ketersediaan obat-obatan, kelengkapan alat kesehatan, serta pemenuhan izin operasional klinik tingkat pratama secara mutakhir.
Pembenahan tata kelola medis ini menjadi pilar krusial dalam menjamin kepuasan sivitas akademika saat berobat menggunakan skema jaminan kesehatan nasional BPJS.
Keberadaan klinik di pusat kampus diproyeksikan memberikan efisiensi waktu dan kemudahan aksesibilitas bagi dosen, tendik, dan mahasiswa yang membutuhkan pertolongan medis primer tanpa harus keluar lingkungan kampus.
Selain mempermudah proteksi kesehatan warga kampus, migrasi FKTP ini menjadi bentuk efisiensi dan optimalisasi aset layanan publik milik negara yang dikelola oleh UM.
Pembukaan Stan Konsultasi dan Layanan Pindah FKTP
Guna memberikan kemudahan teknis bagi warga kampus, panitia Dies Natalis ke-72 UM menyediakan stan pelayanan informasi khusus di lokasi acara jalan sehat.
Stan tersebut memfasilitasi sivitas akademika untuk berkonsultasi mengenai profil layanan medis Klinik Pratama UM, sekaligus memandu prosedur migrasi FKTP secara digital melalui aplikasi Mobile JKN maupun skema manual.
Sivitas akademika yang berminat cukup membawa dokumen identitas untuk diproses perubahan FKTP-nya sesuai dengan regulasi dan ketentuan BPJS Kesehatan yang berlaku.
Mekanisme pengalihan FKTP perlu dilakukan secara resmi agar status jaminan aktif dan kepastian faskes rujukan peserta terekam secara presisi pada sistem BPJS.
Manajemen UM berharap sosialisasi masif ini memantik kesadaran kolektif sivitas akademika untuk mencintai dan memanfaatkan faskes milik kampus sendiri. Dengan melonjaknya jumlah peserta, Klinik Pratama UM dipastikan makin berdaya dan optimal dalam mengawal kesehatan ekosistem perguruan tinggi. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




