CERIA: Kepala SDN 3 Sumberagung, Andika Tri Pamungkas, bersama siswa dengan wajah ceria pegang tandon. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
MALANG POST – Sumur yang mengering bukan hanya menyulitkan warga. Di sekolah, kondisi tersebut juga bisa mengganggu kebutuhan sanitasi dan aktivitas belajar siswa. Kondisi itulah yang terjadi di SDN 3 Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Merespons kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang menyalurkan bantuan air bersih ke SDN 3 Sumberagung. Bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah tanggap terhadap dampak musim kemarau yang menyebabkan sumur sekolah dan masyarakat di wilayah tersebut mengering.
Kepala SDN 3 Sumberagung, Andika Tri Pamungkas, S.Pd.I., mengatakan bantuan air bersih dari PMI dan BPBD Kabupaten Malang sangat membantu sekolah selama musim kemarau.
Air tersebut terutama dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sanitasi, termasuk berwudu bagi para siswa dan warga sekolah.
“Bantuan air bersih ini hanya dipergunakan untuk berwudhu, bukan untuk kebutuhan dasar di toilet. Dan itu bisa dipergunakan selama satu hingga dua minggu,” jelas Andika, Kamis (8/10/2026).
Jaga Aktivitas Sekolah
Menurut Andika, persoalan air bersih menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar di lingkungan sekolah. Ketersediaan air diperlukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa terganggu persoalan sanitasi.
Bantuan tersebut disalurkan Pemerintah Kabupaten Malang dengan dimediasi Kepala Desa Sumberagung, Muzayid. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu sekolah menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Andika menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, PMI, BPBD Kabupaten Malang, serta Pemerintah Desa Sumberagung yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah.
“Bantuan air bersih ini sangat dirasakan manfaatnya dan sangat membantu kami dalam menjaga kelancaran kegiatan belajar mengajar, serta pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar di lingkungan sekolah selama masa sulit air ini,” ujarnya.
Ia menilai kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi sekolah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, khususnya di tengah kondisi kekeringan yang masih berdampak pada masyarakat.
“Kepedulian Kades Sumberagung ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap dunia pendidikan di desa kita,” pungkasnya.
Dengan adanya bantuan tersebut, kebutuhan air untuk aktivitas sekolah diharapkan tetap terjaga sementara upaya penanganan persoalan kekeringan terus dilakukan. Bagi sekolah, pasokan air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting untuk memastikan kegiatan belajar dan sanitasi siswa tetap berlangsung. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




