MALANG POST – Dinas Pariwisata Kota Batu mengajak wisatawan, menikmati pesona alam dan keindahan kota, seiring bermekarannya bunga tabebuya warna-warni di sejumlah ruas jalan protokol Kota Batu, Kamis (8/10/2026), sebagai daya tarik estetis pelengkap perjalanan wisata sepanjang Oktober.
Ada alasan istimewa untuk menjadwalkan agenda liburan ke Kota Batu pada Oktober ini. Selain balutan udara sejuk pegunungan dan deretan destinasi wisata tematik, wajah Kota Batu kini sedang cantik-cantiknya seiring bermekarannya bunga tabebuya di sepanjang jalur protokol.
Kelopak bunga tabebuya yang mekar sempurna menghadirkan lanskap estetis di tengah dinamika aktivitas warga. Perpaduan warna merah muda (pink), kuning cerah, hingga putih bersih menyelimuti pepohonan di tepi jalan, menjadikan beberapa ruas jalan utama di Kota Batu tampak makin mempesona.
Momentum musim mekar ini dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu untuk mengajak para wisatawan menikmati atmosfer kota dari sudut pandang yang berbeda sepanjang Oktober 2026.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menyampaikan bahwa keindahan bunga tabebuya menjadi nilai tambah (added value) yang memperkaya pengalaman estetis para pelancong. Terlebih, fenomena mekarnya tabebuya ini bersifat musiman dan hanya dapat dinikmati dalam kurun waktu singkat.
“Bulan Oktober ini merupakan momentum yang sangat pas untuk menikmati Kota Batu dengan suasana yang berbeda. Bunga tabebuya sedang bermekaran indah di sejumlah ruas jalan utama. Wisatawan dapat menikmati pemandangan alam kota sembari menyusuri ragam destinasi wisata alam, wahana buatan, sekaligus berburu sajian kuliner khas Kota Batu,” ujar Onny, Kamis (8/10/2026).

BERMEKARAN: Bunga Tabebuya di sejumlah ruas jalan Kota Batu sedang mekar-mekarnya, membuat vibes Kota Batu semakin cantik. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sederet jalur utama yang kini dihiasi hamparan bunga tabebuya di antaranya Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Agus Salim, Jalan Drs. Moh. Hatta Pendem, hingga Jalan Terusan Wijaya Kusuma di kawasan Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud). Panorama serupa juga menghiasi beberapa kawasan permukiman dan koridor jalan lainnya.
Deretan pohon tabebuya warna-warni tersebut sekilas menghadirkan nuansa ala musim semi (sakura) di Jepang. Bedanya, wisatawan tidak perlu jauh-jauh melawat ke luar negeri. Cukup berkunjung ke Kota Batu dan melintasi ruas-ruas jalan yang tengah dihiasi tabebuya.
Kendati demikian, fenomena mekarnya tabebuya tentu bukan satu-satunya magnet pemikat. Kota Batu tetap menyajikan paket wisata komprehensif bagi seluruh anggota keluarga. Pelancong dapat melanjutkan petualangan dengan menyambangi destinasi wisata alam, kawasan desa wisata, maupun wahana hiburan modern.
“Keberadaan tabebuya yang sedang mekar sempurna ini menjadi pelengkap pengalaman berwisata di Kota Batu. Wisatawan tidak hanya datang menuju satu objek wisata spesifik, tetapi juga dimanjakan oleh keindahan panorama kota sepanjang perjalanan,” imbuh Onny.
Oleh karena itu, bulan Oktober menjadi waktu yang sangat direkomendasikan untuk menyaksikan paras Kota Batu dari sisi yang berbeda. Bukan hanya keanekaragaman wahana wisatanya yang memikat, melainkan lanskap perkotaannya pun tengah dipercantik oleh warna-warni Bunga Tabebuya.
Disparta Kota Batu pun mengimbau masyarakat luas untuk menjadikan momen mekarnya tabebuya ini sebagai alasan tambahan untuk mengagendakan liburan ke Kota Batu.
“Mari berkunjung ke Kota Batu, nikmati keindahan bunga tabebuya yang sedang bermekaran, lalu lanjutkan dengan menjelajahi destinasi wisata alam, rekreasi buatan, serta kelezatan kulinernya,” pungkas Onny.
Dengan demikian, perjalanan menuju Kota Batu pada Oktober ini bukan sebatas soal tiba di lokasi tujuan wisata, melainkan tiap jengkal perjalanan menyusuri sudut kota pun menjadi pengalaman liburan yang berkesan. (Ananto Wibowo)




