MALANG POST – Universitas Brawijaya menandatangani nota kesepahaman kerja sama pendidikan tinggi bersama dua kementerian Timor Leste di Gedung Rektorat UB, Malang, Senin (5/10/2026), guna memperkuat beasiswa magister dan doktor demi mengejar kesetaraan kualitas SDM di kawasan ASEAN.
Universitas Brawijaya (UB) resmi menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama strategis di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama dua kementerian Timor Leste.
Kedua kementerian tersebut yakni Ministry of Higher Education, Science and Culture (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan) serta Ministry of Rural Development and Community Housing (Kementerian Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Rakyat) Timor Leste. Penandatanganan berlangsung di Kampus I UB, Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026).
Prosesi penandatanganan berkas kerja sama dilakukan langsung oleh Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., bersama Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Mariano Assanami Sabino, di Ruang Kerja Rektor, Lantai 6 Gedung Rektorat UB.
Rektor UB, Prof. Widodo, menyampaikan bahwa kemitraan internasional ini menjadi pijakan strategis untuk saling menguatkan kapasitas dan kapabilitas ekosistem pendidikan tinggi di kedua negara.

WAKIL Perdana Menteri Timor Leste, Mariano Assanami Sabino. (Foto: Istimewa)
Prof. Widodo menambahkan, UB telah menyiapkan pelbagai skema beasiswa khusus bagi mahasiswa asing asal Timor Leste, mulai dari program joint degree, double degree, hingga kolaborasi riset gabungan.
”Seluruh ranah kegiatan di bawah payung kerja sama ini sangat terbuka untuk diimplementasikan secara konkret antara UB dan Pemerintah Timor Leste,” ujar Prof. Widodo, Senin (5/10/2026).
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Mariano Assanami Sabino, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterbukaan dan komitmen UB dalam mendukung pembangunan SDM negaranya.
Ia menekankan krusialnya pembentukan tim teknis gabungan agar setiap poin kesepakatan dapat segera dieksekusi di lapangan.
”Harus ada tenggat waktu (timeline) serta rencana program kerja yang terukur, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, agar tingkat implementasinya berjalan cepat dan tepat,” tegas Mariano.
Mariano, yang juga merupakan alumnus UB, menambahkan bahwa Timor Leste saat ini membutuhkan percepatan dan eskalasi dukungan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Khususnya pada jenjang pascasarjana magister (S-2) dan doktor (S-3), demi mengejar kesetaraan standar mutu pendidikan di tingkat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Selain itu, pihaknya juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi para alumni UB untuk mengabdi, mengajar, serta menanamkan investasi di Timor Leste. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




