JAWARA: Tim Juara ISFO OJK RI 2026 dari kelas XII MAN 2 Kota Malang, foto bersama Kepala MAN 2, Samsudin serta Kepala OJK Malang, Farid Faletehan usai olimpiade di Jakarta. (Foto: istimewa).
MALANG POST – Tiga siswa terbaik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, sukses mempertahankan tradisi juara lima tahun berturut-turut, pada ajang elit nasional Indonesia Shariah Finance Olympiad (ISFO) 2026, yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Merawat tradisi juara di panggung olimpiade tingkat nasional, bukanlah pekerjaan kebetulan yang bisa diraih hanya dengan mengandalkan keberuntungan belaka.
Ketika konsistensi prestasi berhasil dipertahankan, secara beruntun selama lima tahun berturut-turut, ada sistem pembinaan karakter, kerja keras, dan kedalaman literasi yang tertanam sangat kuat.
Dominasi tanpa tanding itulah, yang kembali dibuktikan oleh delegasi siswa dari bumi Arema.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur mendalam, atas prestasi gemilang yang ditorehkan tiga anak didiknya di ajang ISFO 2026.
Tiga siswa kelas XII yang dikirim mewakili madrasah tersebut adalah Abisatya Nararya (XII-K), Essenza Qurani Permata Qolby (XII-G), dan Wanda Revamoza Abrilliant (XII-D).

FINAL: Abisatya Nararya bersama dua rekannya dari kelas XII asal MAN 2, saat berlaga cerdas cermat di ISFO OJK RI 2026. (Foto: istimewa)
Ketiganya berlaga secara sengit pada babak final, yang diselenggarakan oleh OJK RI di Kantor Kemendikdasmen Jakarta selama tiga hari, pada 23 hingga 25 September 2026.
”Alhamdulillah, tim ISFO MAN 2 Kota Malang, kembali menjuarai ajang olimpiade keuangan syariah OJK RI. Ini adalah gelar juara yang berhasil kita pertahankan selama lima tahun berturut-turut sejak 2022 hingga 2026,” ungkap Samsudin, Selasa (29/9/2026).
Samsudin membeberkan, deretan medali emas, perak, maupun perunggu berhasil diboyong pulang ke Kota Malang, berkat kemahiran literasi keuangan syariah siswa yang sudah sangat mumpuni.
Keberhasilan menundukkan ajang nasional ini, bukanlah perkara mudah.
Sebab, para siswa MAN 2 Kota Malang, harus bersaing ketat menyisihkan lebih dari 12.000 peserta yang mendaftar dari seluruh pelosok tanah air.
”Kuncinya adalah kekompakan dan kedalaman penguasaan materi.”
“Sebelum bertanding di Jakarta, kami tekankan pembekalan materi literasi keuangan syariah secara matang agar siap menghadapi persaingan ketat,” terang mantan Kepala MAN 1 Kota Malang ini.
Sementara itu, salah satu anggota tim ISFO 2026, Abisatya Nararya, menceritakan, timnya menggembleng diri secara intensif selama dua bulan penuh sebelum terbang ke ibu kota.
Abisatya bersama dua rekannya melahap berbagai literatur buku ekonomi, mempelajari regulasi sektor jasa keuangan syariah, hingga membedah pola terapannya di ekosistem perbankan modern.
”Ilmu keuangan syariah itu sangat luas dan menarik. Lewat kompetisi ini saya jadi makin paham.”
“Ke depan saya bercita-cita ingin menjadi ekonom, bankir syariah, atau pebisnis di sektor finansial,” tutur Abisatya penuh semangat.
Secara terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK RI, Dicky Kartikoyono, memaparkan bahwa ISFO 2026 diusung dengan semangat Learn, Innovate, or Elevate.
OJK RI menguji kecakapan literasi keuangan syariah para peserta melalui metode cerdas cermat, gagasan inovasi, serta solusi konkret bagi problematika ekonomi daerah.
Dicky berharap para lulusan dan juara ISFO kelak memiliki empat pilar pegangan utama: paham keuangan, produktif mengelola aset, terlindungi dari risiko transaksi, serta peka menghadapi ancaman manipulasi digital.
”Olimpiade ini bukan sekadar mengejar piala juara, tetapi kita ingin membentuk generasi muda yang paham hak dan risiko serta memiliki benteng peka terhadap penipuan ekosistem keuangan digital,” pangkas Dicky. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




