MALANG POST – Pusat Kesehatan dan Pangan LPPM Universitas Negeri Malang menerima jajaran mahasiswa Faculty of Halal Science and Sustainable Tourism UNISSA Brunei Darussalam untuk menuntaskan program magang internasional riset produk pangan sehat dan halal di Malang, 1 Juni hingga 10 Agustus 2026.
Universitas Negeri Malang (UM) menerima mahasiswa dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, untuk mengikuti program magang (internship) di Pusat Kesehatan dan Pangan (PKP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM pada 1 Juni hingga 10 Agustus 2026.
Mahasiswa dari Faculty of Halal Science and Sustainable Tourism (FHaSST) UNISSA tersebut mengikuti berbagai kegiatan akademik dan praktik lapangan di bidang sains pangan serta jaminan produk halal sebagai bagian dari implemetasi kerja sama strategis antara UM dan UNISSA yang telah terjalin sejak 2024.
Selama masa program, mahasiswa UNISSA terlibat aktif dalam proyek riset PKP LPPM UM yang berkaitan dengan kajian nutrisi pangan dan ekosistem industri halal. Penempatan ini memberikan kesempatan emas bagi para mahasiswa mancanegara tersebut untuk memperluas cakrawala keilmuan sekaligus mempraktikkan teori sains halal di lapangan.
Rangkaian kegiatan magang dirancang komprehensif, mencakup keikutsertaan dalam penelitian pangan berbasis laboratorium, pengabdian kepada masyarakat, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, hingga pelatihan pembuatan produk-produk pangan halal skala UMKM.
Kepala Pusat Kesehatan dan Pangan LPPM UM, Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., menjelaskan bahwa seluruh agenda magang difokuskan pada penguatan kompetensi terapan di bidang ketahanan pangan dan sertifikasi halal.
“Mahasiswa UNISSA mengikuti program magang industri di bawah naungan PKP LPPM UM. Kegiatan mereka meliputi kolaborasi penelitian bidang pangan, pengabdian masyarakat, KKN, serta pelatihan pembuatan produk-produk pangan sehat dan halal,” terang Prof. Titi Mutiara, Selasa (29/9/2026).
Selama program berlangsung, UM memberikan pendampingan intensif serta memfasilitasi akses laboratorium dan jaringan kemitraan desa binaan. Keterlibatan langsung mahasiswa Brunei dalam proyek pengabdian masyarakat juga menjadi sarana efektif untuk mengenalkan iklim akademik serta budaya sosial di Indonesia.
Program magang internasional ini sekaligus mempererat hubungan bilateral bidang pendidikan antara UM dan UNISSA. Kerja sama yang telah terbangun konsisten sejak 2024 ini diproyeksikan terus berkembang ke jenjang riset kolaboratif yang lebih luas.
“Kami berharap kolaborasi ini berlanjut pada proyek penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah, hingga penyelenggaraan KKN internasional lintas negara,” tambahnya.
Selain memperkuat jejaring antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), pelaksanaan magang internasional ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




