MALANG POST – Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Asosiasi Dokter Khitan Indonesia menggelar khitan massal bagi 65 anak penerima manfaat di Lobi Belakang Gedung Rektorat UB Malang, Sabtu (19/9/2026), untuk memperkuat kepedulian sosial pilar kesehatan.
Sebanyak 65 anak mengikuti khitan massal yang digelar oleh Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (BAZIS) Universitas Brawijaya (UB) di lobi belakang Gedung Rektorat UB, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program sosial dan kesehatan BAZIS UB bagi penerima manfaat di lingkungan kampus serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut digelar berkolaborasi dengan Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI). Peserta terdiri atas putra tenaga kependidikan (tendik) UB serta anak-anak warga di sekitar lingkungan kampus.
Ketua Pelaksana Khitan Massal BAZIS UB, Edy Siswanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan program tahunan yang telah dilaksanakan sejak 2022. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima.
“Khitan massal ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang kami laksanakan sejak 2022. Tahun ini menjadi pelaksanaan yang kelima,” ujar Edy.

Edy menjelaskan bahwa peserta diprioritaskan dari kalangan yang memenuhi kriteria penerima manfaat dana zakat. Hal ini lantaran program BAZIS UB bersumber dari zakat yang dihimpun dari para muzaki.
“Oleh karena dana BAZIS yang kami himpun berasal dari zakat, calon peserta kami prioritaskan kepada mereka yang memenuhi syarat asnaf atau golongan yang berhak menerima dana zakat,” jelasnya.
Menurut Edy, khitan massal merupakan bagian dari pilar kesehatan BAZIS UB. Selain kesehatan, BAZIS UB memiliki pilar ekonomi, sosial, dan pendidikan.
“Melalui kegiatan khitan massal ini, kami menjalankan program pada pilar kesehatan. Kami membantu saudara-saudara kita yang mungkin memiliki keterbatasan dalam hal biaya agar tetap dapat menunaikan khitan bagi putranya,” katanya.
Direktur BAZIS UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian sosial. Khitan massal tahun ini juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Program khitan ini menjadi luar biasa karena sekaligus dirangkai dalam program Maulid Nabi. Mudah-mudahan kebaikan dan keberkahannya bertambah,” ujarnya.
Prof. Imam mengapresiasi para orang tua peserta dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia berharap program BAZIS UB terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Harapannya, BAZIS UB selalu menjadi jembatan untuk hal-hal kebaikan, khususnya bagi penerima manfaat,” kata Prof. Imam.

Ketua Senat Akademik Universitas sekaligus pendiri BAZIS UB, Prof. Dr. Ir. Nufil Hanani AR., M.S., turut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai BAZIS UB memiliki peran strategis dalam pengembangan program sosial dan pendidikan.
Prof. Nufil juga mengisahkan kebijakan penghimpunan zakat dari dosen dan tenaga kependidikan yang mampu saat dirinya menjabat sebagai Rektor UB. Menurutnya, penghimpunan zakat menjadi salah satu upaya memperkuat kontribusi sivitas akademika kepada masyarakat.
Ia berharap BAZIS UB terus berkembang dan memperluas program, termasuk membuka peluang dukungan pendidikan bagi mahasiswa jenjang magister (S2) dan doktor (S3), serta mengembangkan program sosial di luar lingkungan kampus.
“Ke depan, mudah-mudahan BAZIS bisa bertambah besar dan dapat melakukan kegiatan-kegiatan lain di luar kampus,” tuturnya.
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., mengatakan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan universitas dapat mendukung keberlanjutan program pendidikan dan sosial. Menurutnya, zakat yang dikelola dan disalurkan melalui program yang tepat dapat memberikan manfaat nyata bagi universitas dan masyarakat.
“Ini sebenarnya untuk keberlanjutan (sustainability) dari universitas kita juga. Kalau Bapak dan Ibu pegawai membayar zakat dan zakatnya digunakan untuk beasiswa, itu merupakan bagian dari keberlanjutan untuk kita sendiri,” kata Prof. Widodo.
Ia berharap khitan massal dan program BAZIS UB lainnya tidak hanya memberikan manfaat sosial, melainkan juga menjadi sarana ibadah dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Pelaksanaan khitan massal ini menjadi salah satu bentuk penyaluran dana zakat melalui program kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. BAZIS UB diharapkan dapat terus mengembangkan program serupa agar manfaatnya menjangkau lebih banyak penerima pada tahun-tahun mendatang. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




