PORAK PORANDA: Tim Damkar Satpol PP Kota Malang, sibuk memadamkan api salah satu kelas di SMPN 7 MALANG. Akibat korsleting listrik, terbakar pada Minggu (20/09/2026) siang. Diperkirakan menelan kerugian materiil senilai Rp100 juta. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Malang, Suwarjana, memastikan proses rehabilitasi bangunan fisik SDN Cemorokandang 1 dan SMPN 7 Malang yang terdampak musibah kebakaran dapat segera mengeksekusi dana rutin pemeliharaan tanpa perlu pengajuan anggaran baru, Senin (21/9/2026).
Musibah kebakaran yang melanda fasilitas pendidikan di tengah jam libur sekolah kerap mendatangkan kepanikan tersendiri. Ketika kobaran api melahap sarana toilet hingga ruang kelas, kepastian pulihnya bangunan agar kegiatan belajar mengajar tak terganggu menjadi prioritas utama.
Jaminan penanganan cepat itulah yang kini disodorkan Pemerintah Kota Malang.
Dua lembaga pendidikan negeri di Kota Malang diterjang musibah kebakaran secara beruntun pada Minggu (20/9/2026) kemarin.
Lokasi pertama menimpa SDN Cemorokandang 1 pada jam 10.45 WIB, diikuti insiden di SMPN 7 Malang pada sekitar jam 12.00 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Malang, Suwarjana, membeberkan bahwa penyebab musibah di dua lokasi tersebut berbeda.
Kebakaran di SDN Cemorokandang 1 dipicu oleh kelalaian oknum warga kampung yang membakar tumpukan sampah usai giat kerja bakti bersama di dekat area sekolah.
Sementara insiden di SMPN 7 Malang dipicu oleh dugaan korsleting aliran listrik.
”Kerugian material di SDN Cemorokandang 1 sekitar Rp 5 juta lebih. Kalau di SMPN 7 Malang estimasi kerugiannya mencapai Rp 100 jutaan,” ungkap Suwarjana, Senin (21/9/2026).
Suwarjana menegaskan, wali murid tak perlu cemas sebab seluruh biaya rehabilitasi bangunan rusak dipastikan aman.
Perbaikan area toilet SDN Cemorokandang 1 akan memanfaatkan dana BOSNAS dan BOSDA yang memang sudah tersedia di pos anggaran rutin.
Begitu pula dengan perbaikan ruang kelas di SMPN 7 Malang yang langsung dicover oleh alokasi dana pemeliharaan gedung tahun anggaran berjalan.
”Total estimasi perbaikan kedua sekolah sekitar Rp 100 jutaan saja. Kami sudah tidak perlu lagi menyiapkan pengajuan anggaran baru pasca-kejadian kemarin,” jelas Suwarjana.
Terpisah, Kepala UPT Damkar Satpol PP Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, membeberkan kronologi teknis pemadaman di dua TKP tersebut.
Laporan kebakaran di SDN Cemorokandang 1 diterima petugas dari warga bernama Yeni Listyowati. Kobaran api membakar area toilet setelah perambatan api dari pembakaran sampah warga tak terelakkan.
”Untuk memadamkan api di SDN Cemorokandang 1, kami mengerahkan 7 personel Damkar dibantu warga dan Polsek Kedungkandang. Api padam dalam kurun 20 menit menggunakan 4.000 liter air,” terang Pandu.
Sementara laporan kebakaran di SMPN 7 Malang dilayangkan oleh warga bernama Alfa Rizki.
Guna melokalisasi kobaran api yang diduga dipicu arus pendek kabel listrik, Damkar menerjunkan 9 personel dan menyemprotkan 12.000 liter air selama satu jam lebih.
Pandu memastikan seluruh titik api di dua lokasi sekolah tersebut sudah padam total tanpa menyisakan bara api susulan.
Mengingat kondisi cuaca kering, Pandu mengimbau warga Kota Malang untuk tidak sembarangan membakar sampah dan selalu memastikan sisa sisa api benar-benar padam usai kerja bakti. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




