GARUDA: Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kwarcab Kota Malang sekaligus Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengukuhkan Pramuka Garuda di Stadion Gajayana, di Hari Jadi Pramuka Nasional ke 65, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memimpin Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 sekaligus mengukuhkan 1.280 anggota Pramuka Garuda Kwarcab Kota Malang dari tingkatan Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (12/9/2026).
Membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berdisiplin, dan berakhlak mulia bukan pekerjaan instan, yang bisa tuntas dalam semalam. Di tengah gempuran arus modernisasi, gerakan kepramukaan tetap menjadi kawah candradimuka paling ampuh, untuk mencetak calon pimpinan masa depan.
Kebanggaan itulah yang membuncah di tengah lapangan hijau bersejarah Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memimpin langsung Apel Besar Pasukan Pramuka yang diikuti 1.880 personel.
Kegiatan kolosal tersebut digelar meriah di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (12/9/2026).
Puncak acara ditandai dengan pengukuhan resmi 1.280 anggota Pramuka Garuda dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang.
Para kader unggulan tersebut, melingkupi jajaran Pasukan Garuda tingkat Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega.
Selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan, penyematan predikat Pramuka Garuda, membawa tanggung jawab moral yang sangat besar.
Pramuka Garuda harus berdiri di garda terdepan, dalam menjaga kondusifitas daerah.
“Momen bahagia Hari Ulang Tahun ke-65 Pramuka Nasional ini laksana momentum emas. Apel akbar digelar luar biasa, bertepatan dengan usia 100 tahun atau satu abad Stadion Gajayana,” ujar Wahyu Hidayat, Sabtu (12/9/2026).
Wahyu meminta segenap anggota kepramukaan di Kota Malang, aktif berkontribusi nyata bagi masyarakat. Baik di sektor ekonomi, sosial, budaya, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia mengingatkan rekam jejak manis Kwarcab Kota Malang, yang baru saja sukses mewakili Kwarda Jawa Timur, pada ajang Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.
“Pramuka Garuda harus memberikan contoh yang baik. Memiliki kedisiplinan dan attitude berkualitas sebagai Pramuka sejati. Keberadaan mereka sangat ditunggu oleh warga Kota Malang,” cetus orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut.

APEL AKBAR: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang juga Ketua Mabicab Kwarcab Kota Malang, memimpin apel akbar Pramuka di Hari Jadi ke-65, di Stadion Gajayana Malang. (Foto: Istimewa)
Di lokasi yang sama, Ketua Kwarcab Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menambahkan bahwa pencapaian tingkatan Garuda, merupakan puncak prestasi tertinggi seorang anggota Pramuka.
Ginanjar menjelaskan, proses seleksi calon Pramuka Garuda dilakukan secara amat ketat dan kompetitif.
Digembleng sejak Mei 2026 lalu, para peserta harus melampaui berbagai tahapan uji kecakapan, hingga akhirnya mengantongi sertifikasi resmi pada September 2026 ini.
“Pasukan Pramuka Garuda yang kita miliki dan sudah bersertifikasi hingga hari ini sebanyak 1.280 orang. Kami berdoa mereka menjadi teladan yang menanamkan wawasan kebangsaan, gotong royong, serta kemandirian di tengah masyarakat,” beber Ginanjar.
Sebanyak 1.280 kader unggulan ini, direkrut secara merata dari lima Kwartir Ranting (Kwarran) di lima kecamatan se-Kota Malang. Yakni Klojen, Sukun, Blimbing, Lowokwaru, dan Kedungkandang.
Setiap ranting diberikan ruang terbuka untuk mengusulkan calon-calon terbaiknya.
Petugas tim penguji kemudian melakoni verifikasi ketat sesuai Standar Teknis Kepramukaan (Tekpram). Mulai dari seleksi administrasi, uji keterampilan teknis, hingga pengumuman kelulusan.
“Pemanfaatan menjadi anggota Pramuka Garuda bisa dirasakan secara formal maupun non-formal. Keberhasilan ada di tangan mereka sendiri yang membuktikannya,” pungkas Ginanjar. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




