WALI Kota Batu, Nurochman. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Pemerintah Kota Batu menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah tumbuh optimistis hingga 6,07 persen dalam KUA-PPAS 2027 di Kota Batu, Kamis (10/9/2026), guna memulihkan performa ekonomi yang sempat melambat melalui penguatan UMKM, hilirisasi pertanian, serta investasi industri lokal.
World class entrepreneurship university 941 wisudawan
Pertumbuhan ekonomi Kota Batu yang melambat menjadi 4,85 persen pada 2025 menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Kondisi tersebut membuat Kota Batu masuk ke dalam enam daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Jawa Timur.
Pemkot Batu kini memasang target lebih tinggi untuk 2027. Dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 4,98 hingga 6,07 persen. Angka 6,07 persen menjadi target optimistis yang ingin dikejar oleh pemerintah daerah.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan bahwa target tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memulihkan performa ekonomi daerah. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika perekonomian global dan nasional.
“Arah pertumbuhan ekonomi 2027 kita proyeksikan tumbuh positif di kisaran 4,98 hingga 6,07 persen,” kata Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, Kamis (10/9/2026).
Untuk mencapainya, Pemkot Batu tidak hanya mengandalkan satu sektor. Struktur ekonomi daerah akan diperkuat melalui hilirisasi komoditas unggulan. Ketergantungan terhadap sektor tertentu juga akan dikurangi dengan mendorong peningkatan produktivitas industri pengolahan lokal.
Penguatan UMKM dan investasi turut menjadi strategi yang disiapkan. Pemerintah menilai kedua sektor tersebut penting untuk memperluas aktivitas ekonomi sekaligus menciptakan efek berantai (multiplier effect) bagi masyarakat.
“Penguatan UMKM, peningkatan investasi, serta perbaikan produktivitas industri pengolahan menjadi mesin penggerak utama agar roda ekonomi bergerak merata,” terangnya.
Sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Kota Batu juga tetap mendapat perhatian. Pemkot berencana meningkatkan daya saing destinasi wisata untuk mendongkrak kunjungan sekaligus memperbesar dampak ekonomi yang diterima oleh pelaku usaha dan masyarakat lokal.
Target pertumbuhan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari pembahasan anggaran 2027 bersama DPRD Kota Batu. Pemkot berharap kebijakan dan alokasi anggaran dapat berjalan beriringan sehingga target pertumbuhan tidak sekadar menjadi angka dalam dokumen perencanaan.
Cak Nur berharap penguatan berbagai sektor tersebut mampu membawa ekonomi Kota Batu keluar dari tren perlambatan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya kembali meningkat secara angka, melainkan juga lebih merata dan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, Pemkot Batu juga menyiapkan sejumlah strategi untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi ke atas 5 persen pada 2026 ini.
Sektor pertanian menjadi salah satu tumpuan utama. Sektor tersebut memiliki posisi strategis karena sebagian besar masyarakat Kota Batu menggantungkan hidupnya pada pertanian.
Penurunan produktivitas pada tahun lalu menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera melakukan intervensi. “Potensi utama kita itu di pertanian, sehingga sektor ini harus kita dorong kembali sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah penguatan program Smart Agriculture. Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan hasil panen, melainkan juga mendorong digitalisasi pertanian. Harapannya, proses produksi menjadi lebih efisien sekaligus meningkatkan nilai tukar produk pertanian.
Penguatan sektor pertanian juga dibarengi dengan regenerasi petani. Pemkot Batu mendorong gerakan Petani Muda Berjaya untuk menarik lebih banyak anak muda masuk ke sektor pertanian.
Ia menilai keterlibatan generasi muda penting untuk membawa inovasi, terutama dalam pola tanam dan pemasaran hasil pertanian. “Kehadiran petani milenial diharapkan mampu memutus tren negatif stagnasi lahan yang sempat terjadi beberapa tahun terakhir,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




