MALANG POST – Sebanyak 14 guru SMK asal Jawa Timur, berhasil lolos seleksi nasional Program Magang Luar Negeri 2026, yang diselenggarakan Kemendikdasmen bekerjasama dengan LPDP. Pelepasan 50 peserta se-Indonesia—termasuk 14 guru Jatim—dilakukan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, untuk mengikuti peningkatan kompetensi bidang vokasi di Jerman selama tiga bulan.
Kesempatan berharga untuk menimba pengalaman langsung di pusat industri dan sistem pendidikan vokasi Jerman diraih oleh 14 guru SMK asal Jawa Timur. Mereka berhasil lolos seleksi ketat tingkat nasional dalam Program Magang Luar Negeri 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ke-14 pendidik tersebut menjadi bagian dari 50 guru SMK terpilih dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka akan menjalani program peningkatan kompetensi terpadu di Jerman selama tiga bulan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi dunia pendidikan Jawa Timur. Pasalnya, Jatim berhasil mendominasi porsi kelolosan dengan menyumbang 14 nama dari total kuota 50 peserta secara nasional.
“Ini suatu prestasi yang sangat luar biasa karena dipercaya bahwa guru-guru kita mampu membawa nama Jatim untuk magang kerja di luar negeri,” kata Aries, Selasa (1/9/2026).
Menurut Aries, ketatnya proses penyaringan membuat keberhasilan 14 guru Jatim tersebut terasa kian bernilai. Apalagi, program pengembangan SDM ini dibuka kompetitif untuk guru SMK se-Indonesia dengan alokasi kuota yang sangat terbatas.
“Seleksi ini diikuti peserta dari seluruh Indonesia, tetapi yang terpilih hanya 50 orang dan 14 di antaranya dari Jatim. Itu berarti pelaksanaan seleksinya sangat ketat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Aries berharap pengalaman internasional ini tidak hanya berhenti sebagai pencapaian individu. Sepulang dari Jerman, para guru diharapkan mampu mentransfer ilmu serta menerapkan metode pengajaran modern di sekolah masing-masing guna mendongkrak mutu pendidikan vokasi Jatim.
“Harapan kita setelah mereka magang kerja di luar negeri dan kembali ke Indonesia, hasil dari magang itu diimplementasikan dalam kinerja untuk memberikan dampak terhadap mutu pendidikan, terutama pendidikan vokasi,” tegasnya.
Daftar 14 Guru SMK Asal Jatim Penerima Program
Ke-14 guru SMK asal Jatim yang berhasil menembus program magang luar negeri tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan di kabupaten/kota:
- Ade Priyo Widhikdo – SMKS Semen Gresik
- Aftoni Heri Septian Pamungkas – SMK Negeri 3 Tuban
- Dhani Trie Prasetyo – SMK Negeri 3 Buduran, Sidoarjo
- Miftah Ilhami – SMK Negeri 2 Sampang
- Rozaq Mustofa Lutfi – SMK Negeri 2 Pamekasan
- Shodiq – SMK Negeri 10 Malang
- Suharianto – SMK Negeri 1 Gedangan
- Abdian Putra Primana – SMK Negeri 1 Udanawu, Blitar
- Angga Panca Alam Anugrah – SMKS Krian 2 Sidoarjo
- Galih Heri Sasongko – SMK Negeri 1 Bangil, Pasuruan
- Habibah Eky Gumilar – SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Malang
- Hermawan – SMK Negeri 2 Singosari, Malang
- Rizki Alviyansyah – SMK Negeri 1 Singosari, Malang
- Pujirianto – SMK Negeri 1 Bando, Magetan
Belajar di Technische Universität Dresden dan Festo Germany
Secara keseluruhan, 50 guru SMK se-Indonesia resmi dilepas untuk mengikuti agenda internasional ini. Selama di Jerman, para peserta akan menimba ilmu di dua institusi ternama. Sebanyak 34 guru mengikuti pemantapan program di Dresden University of Technology (Technische Universität Dresden), sedangkan 16 guru lainnya belajar langsung di Festo Germany.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh peserta yang berangkat merupakan pendidik unggulan yang teruji melalui proses evaluasi transparan.
“Peserta yang berangkat ini adalah guru-guru SMK yang terseleksi dengan sangat ketat. Bapak Ibu berangkat bukan karena ditunjuk, tetapi karena memang Bapak Ibu layak untuk dapat berangkat mengikuti program ini,” tegas Mu’ti.
Mu’ti berharap dampak positif dari pelatihan selama tiga bulan tersebut dapat menyebar cepat (trickle-down effect) ke lingkungan sekolah dan komunitas musyawarah guru di daerah.
“Ada trickle-down effect, ada proses di mana Bapak Ibu sekalian dapat mentransformasikan pengalamannya kepada guru-guru SMK yang lainnya,” tambahnya.
Program magang luar negeri yang didukung pembiayaannya oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini mencakup bidang keahlian strategis, antara lain teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan. Selain penguatan teknis, program ini juga diarahkan untuk membentuk kesiapan murid SMK dalam berwirausaha (agropreneur/technopreneur). (Ananto Wibowo)




