DEBUT: Striker anyar Arema FC, Mauro Zijlstra, saat turun dalam uji coba lawan Deltras Sidoarjo. Di home perdana Arema FC lawan IsenMulang, mantan striker Persija ini siap tampil. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC mengincar kemenangan poin penuh, saat menjamu Isen Mulang Kalteng FC dalam laga pembuka BRI Super League 2026/2027, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026) pukul 15.30 WIB.
Laga perdana dalam sebuah kompetisi, selalu menghadirkan tekanan mental yang berbeda. Status laga uji coba atau hasil laga pramusim tidak bisa menjadi jaminan mutlak saat peluit pertama liga resmi dibunyikan.
Ujian berat itu kini membentang di hadapan Arema FC. Singo Edan bersiap membuka tirai kompetisi BRI Super League 2026/2027 di markas sendiri.
Arema FC bakal meladeni perlawanan sengit tim Isen Mulang, Kalteng FC, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026) pukul 15.30 WIB.
Manajemen dan jajaran pelatih, mematok target harga mati: mengamankan tiga poin penuh di laga perdana, demi membangun momentum positif ke depan.
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, menyadari betul tingginya beban mental pada pertandingan pembuka.
“Setiap laga pertama di kompetisi apa pun, selalu menjadi laga yang berat, baik itu di piala domestik maupun liga,” kata Marcos Santos, Selasa (1/9/2026).
Juru taktik berpaspor Brasil itu menilai, kehadiran Aremania di tribune Stadion Kanjuruhan, bakal menjadi faktor pembeda yang sangat krusial.
Suntikan gemuruh yel-yel suporter secara langsung diyakini sanggup melecut daya juang para pemain di atas lapangan.
“Karena itulah akan sangat bagus bagi kami, jika Aremania berada di sini, di stadion, dekat untuk membantu tim seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Kehadiran suporter memberikan perbedaan yang sangat besar,” tegas pelatih berpaspor Brasil itu.
Sektor lini depan Singo Edan, menjadi sorotan utama jelang laga kick-off ini. Penyerang anyar Arema FC, Mauro Zijlstra, berpeluang besar mencatatkan debut resminya.
Pemain naturalisasi yang diboyong dari Persija Jakarta tersebut, diproyeksikan menjadi ujung tombak utama lini serang Singo Edan.
Peluang tampilnya Zijlstra makin terbuka lebar akibat dua faktor di dalam internal tim.
Pertama, penyerang utama Gustavo Henrique, masih diragukan tampil lantaran masih dalam proses pemulihan cedera, usai berlaga di turnamen pramusim Piala Presiden 2026 lalu.
Kedua, manajemen Arema FC telah resmi melepas penyerang asal Brasil, Joel Vinicius, tepat sebelum kompetisi Super League bergulir.
Sinyal kuat bahwa Mauro Zijlstra bakal diturunkan sejak menit awal, sudah terlihat saat Arema FC melakoni laga uji coba kontra Deltras Sidoarjo, pada 26 Agustus 2026 lalu.
Kala itu, striker Timnas Indonesia tersebut, dipercaya oleh Marcos Santos masuk dalam daftar starting eleven.
Meski belum menyumbang gol pada laga uji coba tersebut, pergerakan Zijlstra terbukti memberikan dampak signifikan bagi ketajaman skema serangan Singo Edan.
“Mauro merupakan pemain yang akan selalu mengisi posisi di area kotak penalti. Itu bagus bagi kami dalam menciptakan peluang,” ujar Marcos Santos.
Bagi Marcos, tugas Zijlstra saat ini tinggal mengasah kecocokan (chemistry) bersama rekan-rekan setimnya.
Penyerang muda itu diminta memahami betul, skema dan taktik permainan yang diinginkan oleh jajaran pelatih.
Marcos sangat optimistis, Zijlstra bakal menjelma menjadi monster menakutkan di depan gawang lawan.
“Semoga saja menjelang dimulainya liga, performanya akan lebih baik karena dia akan lebih mengenal rekan-rekan setimnya dibandingkan saat ini,” tambahnya.
Apabila strategi awal berubah dan Mauro Zijlstra tidak dipasang sebagai starter, Coach Marcos sudah menyiapkan opsi cadangan taktis.
Marcos bakal menggeser Gustavo Franca untuk kembali melakoni peran sebagai penyerang lubang (second striker) guna menggedor pertahanan Kalteng FC. (Ra Indrata)




