HEBAT: Tim Ongis Kodew Licek yang sukses memboyong dua gelar juara di ajang Putri Binangun Cup 2026. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC Women Academy, memboyong dua gelar juara untuk Kelompok Umur (KU) 10 dan KU-13, pada ajang Putri Binangun Cup 2026, yang berlangsung di Lapangan Karangwuluh, Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (1/9/2026).
Pohon pembinaan yang ditanam dengan tekun, pasti akan membuahkan hasil yang manis. Kerja keras membangun fondasi sepak bola putri dari tingkat paling bawah, mulai menunjukkan taringnya di panggung regional.
Memasuki usia satu tahun sejak berdiri di Semarang, Arema FC Women Academy, sukses mencatatkan prestasi yang luar biasa membanggakan.
Tampil dalam kejuaraan Putri Binangun Cup 2026 di Lapangan Karangwuluh, Kulonprogo, Yogyakarta, tim pesepak bola putri cilik ini membawa pulang dua trofi juara sekaligus.
Dua gelar bergengsi itu diraih pada kategori Kelompok Umur (KU) 10 tahun dan KU-13.
Perhelatan di Kulonprogo ini terasa sangat istimewa. Ajang ini menjadi away tour luar kota pertama bagi anak-anak Arema FC Women Academy, sejak akademi ini diresmikan.
Skuad muda yang dijuluki Ongis Kodew Licek ini langsung menyengat dalam penampilan perdana mereka di luar markas.
Manajemen membawa tiga tim sekaligus untuk berlaga di ajang tersebut: Arema Women U10, Arema Women U13 Biru, dan Arema Women U13 Merah.
Pelatih Kepala Arema FC Women, Nanang Habibi, bersyukur atas pencapaian anak-anak asuhnya di laga tandang pertama tersebut.
“Alhamdulillah, anak-anak memperlihatkan progres dan hasil yang luar biasa. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak karena bertanding di luar provinsi untuk pertama kalinya,” kata Nanang Habibi, Selasa (1/9/2026).
Pria yang akrab disapa Pepe ini menilai, perjalanan keluar daerah mendidik mental anak-anak secara luar biasa.
Pengalaman beradaptasi di lapangan baru, menghadapi iklim luar, serta bertanding melawan lawan dengan karakter beragam menjadi bekal berharga bagi masa depan pemain.
“Kami tidak hanya melihat dari hasil juara, tetapi bagaimana anak-anak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan tetap menunjukkan permainan terbaiknya. Itu bagian dari proses pembinaan yang ingin kami bangun,” tegas Pepe.
Jalur menuju tangga juara dilalui dengan statistik yang sangat perkasa.
Pada kategori U10, Arema Women tampil dominan sejak fase grup. Singo Edan Licek melibas PSW Putri Mataram dengan skor 2-0 pada laga pembuka.
Tren kemenangan terus mengalir saat Arema membantai tuan rumah Putri Binangun 8-0 dan menundukkan SSB Asri 3-0.
Tiket ke partai puncak digenggam usai membungkam SSB Baturetno 4-0 di babak semifinal.
Di laga final, Arema Women U10 kembali bertemu lawan lamanya, PSW Putri Mataram. Laga puncak ditutup dengan kemenangan manis 4-2 untuk memastikan trofi juara pertama.
Gelar juara kedua disumbangkan oleh tim Arema Women U13 Biru. Perjalanan mereka di fase grup diwarnai hujan gol yang luar biasa.
Arema Women U13 Biru menggulung SSB Baturetno B dengan skor fantastis 10-0. Kemenangan dilanjutkan atas PS Baturetno B (3-0), Srikandi Mataram (5-0), dan Putri Binangun Kuning (4-0).
Pada babak semifinal, Arema U13 Biru mengandaskan perlawanan Putri Mataram dengan skor 4-0.
Langkah sempurna diakhiri pada babak final. Menghadapi PS Baturetno A, Arema tampil sangat efektif dan mengunci kemenangan 4-1 untuk mengamankan piala kedua.
Sementara itu, tim ketiga yakni Arema Women U13 Merah harus puas menjadikan turnamen ini sebagai panggung menimba ilmu.
Arema Women U13 Merah bermain imbang 0-0 melawan Putri Mataram, menang 2-0 atas Putri Binangun Biru, kalah 0-3 dari PS Baturetno A, serta imbang 0-0 menghadapi SSB Baturetno A.
Pepe menyebut evaluasi akan terus dilakukan untuk seluruh tim, baik yang memetik juara maupun yang terhenti di jalan.
“Anak-anak harus terus belajar, berkembang, dan menikmati setiap proses pertandingan. Semoga hasil ini menjadi motivasi agar makin semangat berlatih. Jangan cepat puas karena perjalanan mereka masih sangat panjang,” pungkas Pepe. (Ra Indrata)




