MALANG POST – Kepolisian Resor (Polres) Malang menerjunkan 85 personel gabungan TNI, Polri, dan Pemkab Malang dalam patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna menyisir rute rawan kejahatan malam hingga menjelang subuh, Selasa (25/8/2026).
Suasana malam di jalur-jalur protokol Kabupaten Malang tidak dibiarkan lengang tanpa pengawasan. Potensi gangguan keamanan langsung ditutup rapat oleh aparat keamanan.
Polres Malang menggelar operasi patroli skala besar, lewat skema Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Sebanyak 85 personel gabungan dikerahkan penuh ke lapangan.
Tim gabungan terdiri dari unsur Polres Malang, Kodim, dan Pemerintah Kabupaten Malang. Sinergi Tiga Pilar ini diterjunkan untuk mengamankan ketertiban wilayah.
Operasi KRYD ini berlangsung secara maraton sejak 21 hingga 25 Agustus 2026. Setiap malamnya, pergerakan pasukan diawali dengan apel persiapan pada pukul 21.00 WIB.
Setelah pengarahan taktis selesai, rombongan bergerak menyisir jalanan dan baru berhenti saat fajar hampir menyingsing.

JAGA MALAM: Total 85 petugas gabungan, diturunkan untuk penggelar operasi patroli skala besar. (Foto: Humas Resma)
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono membeberkan tujuan utama operasi malam tersebut. Kehadiran aparat di jam-jam rawan bertujuan menekan angka kriminalitas.
”Patroli skala besar ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pada malam hari. Termasuk kejahatan jalanan dan balap liar,” kata Budiono, Selasa (25/8/2026).
Peta rute patroli dirancang menjangkau titik-titik krusial yang kerap dikeluhkan warga. Rombongan menyisir kawasan Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
Pergerakan berlanjut menuju Jalan Raya Pakisaji, Jalan Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Bululawang, hingga menembus kawasan Gondanglegi.
Petugas memperketat pengawasan pada ancaman kejahatan konvensional. Target utamanya adalah pencegahan aksi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Selain tindak pidana 3C tersebut, potensi perkelahian pemuda, penggunaan knalpot brong yang bising, hingga ajang balap liar juga ditindak tegas.
Meskipun menyasar potensi kejahatan, pola pendekatan di lapangan tetap diatur sangat humanis. Petugas mengedepankan komunikasi persuasif saat menjumpai warga yang masih beraktivitas malam.
”Personel mengedepankan pendekatan persuasif saat berinteraksi dengan masyarakat. Keselamatan petugas dan warga tetap menjadi perhatian utama,” ujar Budiono.
Rute patroli dipastikan tidak berhenti pada kawasan itu saja. Pihaknya terus memetakan kawasan rawan baru yang butuh pengawasan ekstra.
Penyisiran bakal diperluas ke wilayah-wilayah kecamatan lain secara acak. Maksudnya agar para pelaku kejahatan tidak bisa membaca pola pergerakan petugas.
Langkah serupa juga dieksekusi secara serentak oleh seluruh Polsek jajaran di Kabupaten Malang. Polsek bergerak bersama unsur Muspika setempat untuk mempertebal pengamanan kawasan.
Melalui kehadiran konvoi petugas berseragam di jalanan, masyarakat yang beraktivitas hingga larut malam dapat merasa tenang dan terlindungi.
”Harapannya, kehadiran petugas di lapangan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Situasi Malang Raya tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Budiono. (HmsResma/Ra Indrata)




