TAK BOLEH LENGAH: Marcos Santos ketika memimpin latihan Julian Guevara dkk di Stadion Gajayana. Rabu (26/8/2026), Arema akan menggelar latihan tertutup. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC memastikan agenda latihan bersama melawan Deltras Sidoarjo pada Rabu (26/8/2026) akan digelar secara tertutup tanpa penonton guna memberikan ruang leluasa bagi tim pelatih dalam mematangkan taktik jelang Super League 2026/2027.
Persiapan Arema FC menyambut kompetisi kasta tertinggi Super League 2026/2027, telah memasuki fase akhir. Hari demi hari dimanfaatkan betul untuk merapikan skema permainan.Manajemen Singo Edan menjadwalkan agenda uji tanding penting pada Rabu (26/8/2026). Lawan yang diajak menjajal kekuatan adalah klub asal Sidoarjo, Deltras FC.Berbeda dari laga-laga sebelumnya, pertemuan kedua tim kali ini bakal berlangsung sunyi. Pintu stadion dipastikan tertutup rapat dari kehadiran penonton maupun suporter.Keputusan ini diambil murni berdasarkan kebutuhan teknis jajaran pelatih kedua tim. Arema FC butuh mematangkan persiapan Super League, sementara Deltras memoles skuad untuk ajang Championship 2026/2027.Kebijakan tertutup ini memang beda 180 derajat dibanding laga uji coba melawan RANS Nusantara FC beberapa waktu lalu.Kala itu, laga persahabatan di Stadion Kanjuruhan dibuka untuk umum dan dijual tiketnya.Laga melawan RANS FC saat itu tidak hanya mengejar kebutuhan teknis tim. Pertandingan tersebut sekaligus dijadikan ajang simulasi kepanitiaan RANS FC yang bakal berkandang di Kanjuruhan.Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, memberi penjelasan tegas. Pihaknya sengaja mengumumkan status laga ini agar tidak memicu kesalahpahaman di kalangan Aremania.Pertemuan melawan The Lobster murni berstatus agenda latihan bersama, bukan laga uji coba resmi.”Agar tidak terjadi kesalahpahaman, latihan bersama melawan Deltras nanti digelar secara tertutup. Ini bukan uji coba umum, melainkan sesi latihan yang hanya melibatkan kedua tim,” ujar Erwin, Selasa (25/8/2026).Sementara itu, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membeberkan alasan filosofis di balik pilihan format latihan tertutup tersebut.Pria yang akrab disapa Inal ini menjelaskan bahwa tim pelatih membutuhkan atmosfer yang tenang. Pelatih kepala Marcos Santos ingin leluasa mencoba berbagai eksperimen taktik.Pengocokan susunan pemain, rotasi posisi, hingga variasi skema bola mati ingin dijajal tanpa gangguan dari luar.”Ini kan kebutuhan tim menjelang kompetisi. Kami ingin fokus melihat perkembangan pemain dan memberi kesempatan tim pelatih mengevaluasi berbagai opsi,” kata Inal.Dengan format latihan bersama, tim pelatih tidak lagi terbebani oleh riuh atmosfer penonton atau tuntutan hasil akhir di papan skor.Para pemain bisa melakukan simulasi situasi pertandingan secara nyata, tetapi dengan fleksibilitas ala sesi latihan harian.Sesi ini menjadi tolok ukur ideal untuk melihat sejauh mana kebugaran dan pemahaman taktik pemain usai mengarungi rangkaian pramusim.Manajemen Arema FC sangat berharap seluruh pihak dan Aremania dapat memahami serta menghormati keputusan ini.Fokus utama klub saat ini adalah menyatukan kekuatan agar Singo Edan berada dalam kondisi puncak saat kick-off Super League 2026/2027 bergulir. (Ra Indrata)




