MALANG POST – Kreativitas anak muda Kota Batu terus bermunculan dalam berbagai bentuk. Salah satunya melalui moss art (seni dekorasi lumut) yang dikembangkan oleh Lucky Garden dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. Tak sekadar menjadi dekorasi, karya berbahan dasar lumut ini kini telah merambah ke berbagai daerah di Indonesia.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi tinggi kreativitas Lucky Garden yang mampu mengolah lumut menjadi karya seni sekaligus produk dekorasi bernilai ekonomi tinggi. Karya-karya estetis tersebut bahkan telah menghiasi sejumlah lokasi strategis di luar Kota Batu, di antaranya Bandara Labuan Bajo dan Gedung DPRD Kota Surabaya.

MOSS ART: Wali Kota Batu Nurochman saat mencoba langsung membuat karya seni dengan media moss art. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Moss art sendiri merupakan karya seni yang memanfaatkan lumut hidup maupun lumut awetan (preserved moss) sebagai media dekorasi interior hingga instalasi seni. Pengembangannya dinilai memiliki peluang pasar yang sangat luas karena dapat diaplikasikan pada berbagai konsep ruangan dan kebutuhan dekorasi.
Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, menilai kreativitas seperti yang dilakukan Lucky Garden perlu terus dikembangkan agar mampu menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi kreatif Kota Batu.
Sebagai bentuk apresiasi nyata sekaligus upaya memperkenalkan karya kreatif lokal, Pemkot Batu juga berencana menghadirkan karya moss art di salah satu gedung pemerintahan.
“Ini karya yang luar biasa. Prosesnya menarik dan perawatannya juga mudah. Pemkot Batu tentu mendukung agar Lucky Garden terus berkembang dan semakin dikenal di tingkat nasional,” ujar Cak Nur, Selasa (25/8/2026).

Bukti Potensi Industri Kreatif Lokal
Tak sekadar memberikan pujian, Cak Nur juga mencoba langsung proses pembuatan karya menggunakan media moss art. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa produk kreatif lokal tidak hanya memiliki nilai estetika, melainkan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari industri kreatif yang solid.
Menurutnya, semakin banyak karya kreatif dari Kota Batu yang mampu menembus pasar nasional, makin besar pula peluang untuk memperkenalkan identitas Kota Batu melalui sektor ekonomi kreatif.
“Harapannya, semakin banyak karya kreatif dari Kota Batu yang bisa dikenal di luar daerah. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kota Batu sebagai daerah yang memiliki potensi seni dan ekonomi kreatif,” tandasnya. (Ananto Wibowo)




