BERANGKAT: Kepala Desa Sekarpuro, Sulirmanto, mengibarkan bendera start, sebagai penanda jalan sehat dimulai. Di dampingi tokoh masyarakat dan sesepuh RW 16. (Foto: Ra Indrata)
MALANG POST – Hampir seribu warga dari 11 RT di lingkungan RW 16 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, memadati kawasan Perumahan Sawojajar 2, guna mengikuti jalan sehat sebagai puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).
Semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Sekarpuro, berlangsung sangat meriah. Kemeriahan itu salah satunya berpuncak di lingkungan RW 16.
Rangkaian perlombaan antarrukun tetangga (RT), yang sudah digelar sejak awal bulan akhirnya ditutup secara meriah. Ajang jalan sehat, menjadi pesta pamungkas tempat bertemunya seluruh warga.
Sebelumnya, panitia telah menggelar beragam perlombaan olahraga dan seni. Ada pertandingan bola voli plastik, tenis meja, catur, bulu tangkis, paduan suara, hingga lomba anak-anak.
Puncak acara jalan sehat ini, diikuti oleh hampir seribu peserta. Warga dari 11 RT di RW 16, keluar rumah melangkah bersama.
Rute jalan sehat menempuh jarak sekitar dua kilometer. Barisan peserta memutar mengelilingi kawasan Perumahan Sawojajar 2.

KOMPAK: Warga RT 01 RW 16 Sekarpuro, menggunakan seragam kemerdekaan, saat mengikuti jalan sehat di lingkungan RW 16. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Atmosfer karnaval terasa sangat kental di sepanjang jalan. Setiap RT menghadirkan kreasi busana khas dan seragam yang unik.
Harmonisasi warna-warni kostum, berpadu manis dengan hiasan ornamen merah putih. Kreativitas warga benar-benar tumpah ke jalanan.
Di barisan paling depan, puluhan sepeda hias tampil sebagai pembuka jalan. Sepeda-sepeda tersebut dikendarai oleh putra-putri warga RW 16.
Dekorasi sepeda hias didesain sangat menarik. Selain mengusung tema perjuangan kemerdekaan, ada pula dekorasi yang menggambarkan potensi UMKM lokal.
Lapangan RW 16 menjadi pusat titik berkumpul. Lapangan ini berfungsi sebagai lokasi keberangkatan (start) sekaligus lokasi kedatangan (finish).
Nuansa kebersamaan yang guyub dan rukun terlihat sangat jelas. Warga saling menyapa dan bersenda gurau di tengah lapangan.
Di sekeliling lapangan, berdiri deretan gerai (stand) kuliner dan UMKM. Gerai-gerai tersebut diisi oleh perwakilan tiap RT serta pelaku usaha lokal RW 16.
Anak-anak hingga lansia tumpah ruah menikmati suasana. Aneka jajanan dan produk lokal laris manis diserbu pembeli.
Kepala Desa Sekarpuro, Sulirmanto, hadir langsung di tengah-tengah warga. Pria ramah ini tidak sanggup menyembunyikan rasa bahagianya melihat kekompakan warga.

CANTIK MANIS: Inilah putra putri warga RW 16, yang menjadi peserta sepeda hias. Nuansa kemerdekaan dan UMKM, mereka hadirkan sebagai pembuka jalan. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Dalam pidato sambutannya sebelum memberangkatkan peserta jalan sehat, Sulirmanto menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran panitia, pemuda, dan peserta yang hadir.
“Pada pagi hari ini, Bapak dan Ibu telah mengisi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, dengan jalan sehat. Ini menunjukkan kekompakan, kebersamaan, dan persatuan bahwa kita betul-betul merdeka,” kata Sulirmanto, Minggu (23/8/2026).
Sulirmanto mengajak seluruh warganya, untuk memaknai arti kemerdekaan secara nyata. Kemerdekaan bukan sebatas konsep sejarah di dalam buku pelajaran.
Kemerdekaan adalah rasa bahagia, rasa aman, dan kenyamanan yang dirasakan langsung oleh warga bersama keluarga di dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai Bapak dan Ibu berpikir kita belum merdeka. Kita sudah merdeka, yaitu merasakan kemerdekaan dari kebahagiaan kita sendiri. Kita bisa merasakan kenikmatan, kemakmuran, dan kenyamanan,” tegasnya di hadapan peserta.
Sulirmanto memuji antusiasme warga yang begitu luar biasa. Semua lapisan masyarakat hadir memadati lapangan tanpa terkecuali.
Hanya lansia yang sudah sangat sepuh yang berhalangan hadir karena keterbatasan fisik. Tapi mereka tetap hadir di lapangan, meski tidak ikut berjalan.
Pemerintah Desa Sekarpuro berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat. Warga dinilai berhasil menjaga marwah desa, sekaligus merawat nilai-nilai kemerdekaan melalui kebersamaan yang solid. (Ra Indrata)




