GAYENG: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, tampak berbincang santai bersama Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono. Ikut bersama mereka Kepala OJK Malang, Farid Faletehan; Deputi Kepala KPwBI Malang, Siti Nurfalinda dan Kepala BKAD Kota Malang, Baihaqi. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono, bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, secara resmi membuka perhelatan BCA Expo Malang 2026, yang berlangsung selama dua hari pada 22–23 Agustus 2026, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kota, Sabtu (22/8/2026).
Perhelatan tahunan BCA Expo Malang 2026 resmi bergulir. Acara ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada 22 dan 23 Agustus 2026.
Upacara pembukaan dihadiri langsung oleh Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Kedua tokoh ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor perbankan dan pemerintah daerah.
Bagi Antonius Widodo Mulyono, Kota Malang memiliki ikatan emosional yang sangat kuat. Pria yang akrab disapa Antonius ini mengaku pernah bertugas di Malang 20 tahun lalu.
Antonius Widodo melihat pertumbuhan ekonomi Malang sangat pesat. Menurut pandangannya, struktur ekonomi Kota Malang terbilang sangat lengkap dibanding kota lain.
Sektor pendidikan menjadi salah satu penopang utamanya. Malang telah lama menjadi rujukan pendidikan nasional, khususnya bagi pelajar dari kawasan Indonesia Timur.
Keberadaan perguruan tinggi besar seperti Universitas Brawijaya dengan 80 ribu mahasiswa menjadi bukti nyata raksasa potensi daerah ini.
Sektor pariwisata juga bergerak sangat dinamis. Keberadaan Kota Batu sebagai kota wisata, serta pesona Bromo dan Semeru, memberi dampak positif secara langsung bagi Kota Malang.
Sektor industri pengolahan pun tidak kalah berkembang. Pabrik-pabrik legendaris seperti pabrik etanol Molindo dan dua pabrik gula skala besar tetap eksis berproduksi.
Atas dasar potensi raksasa itulah, BCA membangun jaringan pelayanan yang luas di Malang. Dua kantor cabang utama disiagakan di Jalan Basuki Rahmat dan Borobudur.

MENINJAU: Didampingi Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono; Kepala OJK Malang, Farid Faletehan dan Deputi Kepala KPwBI Malang, Siti Nurfalinda, Wali Kota Malang, menyempatkan keliling area Expo BCA Malang 2026. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Kantor cabang pembantu, disebar hingga ke wilayah Dampit, Tumpang, dan Sumberpucung.
“Saya memiliki keyakinan bahwa Malang akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Pertumbuhannya bisa jauh melebihi kota-kota lain,” kata Widodo, Sabtu (22/8/2026).
Antonius Widodo menegaskan bahwa perbankan selalu memegang prinsip follow the economy. Ketika aktivitas ekonomi warga tumbuh, sektor perbankan akan ikut terdorong naik.
Saat ini, BCA melayani sekitar 200 juta transaksi per hari atau mencapai 6 miliar transaksi per bulan secara nasional.
Pada semester I tahun 2024 lalu, penyaluran kredit BCA secara nasional telah menembus angka Rp1.032 triliun. Total aset perusahaan kini berada di atas Rp1.300 triliun.
Guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen, BCA siap memfasilitasi kebutuhan modal kerja, investasi, dan konsumsi warga.
Di pameran ini, BCA menggandeng 12 pengembang (developer) properti dan puluhan diler otomotif.
Penawaran harga khusus (special price) dikucurkan selama pameran. Suku bunga KPR ditawarkan mulai 1,23 persen efektif per tahun untuk tenor 1 tahun.
Untuk KKB mobil, suku bunga dimulai dari 1,8 persen flat per tahun. Sementara promo KSM sepeda motor disiapkan dengan uang muka (DP) menarik mulai 6,9 persen.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi penyelenggaraan ajang ini. Warga Kota Malang selalu menantikan promo khusus yang ditawarkan BCA Expo.
“Masyarakat Kota Malang sangat mengharapkan adanya kemudahan dan inovasi seperti ini. Kehadiran perbankan tidak terpisahkan dari upaya menyejahterakan warga,” ujar Wahyu Hidayat.
Wahyu menyebut peran aktif BCA terlihat nyata dalam pembangunan kota. Salah satunya adalah pengelolaan zona di kawasan wisata Kayutangan Heritage.
Wahyu juga membeberkan prestasi internasional yang baru saja diraih Kota Malang. Malang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia.
Malang kini sejajar dengan kota-kota global ternama seperti Seoul dan Paris. Dari seluruh dunia, hanya ada 57 kota yang mendapat pengakuan bergengsi ini dari UNESCO.
Gelar internasional ini membuktikan betapa besarnya potensi kreatif yang dimiliki Malang.
Saat ini, jumlah penduduk berkartu tanda penduduk (KTP) Kota Malang berada di angka 890 ribu jiwa. Namun, kehadiran mahasiswa dari luar daerah menambah sekitar 800 ribu jiwa lagi.
Artinya, populasi harian yang beraktivitas di Malang menembus lebih dari 1 juta jiwa. Kota Malang telah bertransformasi menjadi kota metropolitan.
“Perekonomian Malang yang meningkat ini tidak mungkin bergerak tanpa keterlibatan pihak perbankan. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi kemajuan bersama,” pungkas Wahyu. (Ra Indrata)




