MALANG POST – Semarakkan HUT ke-81 RI di Kepanjen, warga Penarukan unjuk kreasi busana daur ulang dan tandu Jenderal Soedirman dalam karnaval pitulasan.
Semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ditunjukkan oleh warga Kepanjen, Kabupaten Malang, sejak Senin (17/8/2026). Berbagai atraksi dan kreasi unik memeriahkan pawai pitulasan tersebut.
Karnaval pitulasan kreatif yang melintasi Jalan Raya H.M. Sun’an Kepanjen ini diikuti dengan antusias oleh warga Kelurahan Penarukan. Iring-iringan warga yang terbagi dalam tim per tingkatan RT menampilkan atraksi terbaik mereka demi menyambut Dirgahayu Kemerdekaan RI.
Penampilan kelompok ibu-ibu dari RT 29, misalnya, menyuguhkan pawai yang sangat menghibur para penonton maupun pengendara yang melintas. Dalam tim karnaval ini, sejumlah ibu berperan sebagai peraga busana (fashion model) yang mengiringi tiruan kostum (cosplay) maskot singa putih.
Menariknya, busana yang dikenakan kelompok ibu-ibu tersebut bukanlah pakaian glamor layaknya peragaan busana profesional, melainkan memanfaatkan olahan bahan limbah dan barang bekas yang dirangkai dalam berbagai kreasi estetik.

Kostum yang dikenakan ada yang dirancang menyerupai bentuk kupu-kupu dan sayap burung, serta rangkaian bunga warna-warni. Sebagian besar bahan dasar yang dimanfaatkan terdiri atas limbah plastik, karton, dan kain perca.
Sementara itu, tim peserta dari RT 03 RW 02 Kelurahan Penarukan mengusung konsep napak tilas sejarah perjuangan pahlawan kemerdekaan.
“Kami ingin mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan dengan mengarak pemeran Panglima Besar Jenderal Soedirman di atas tandu. Kami ingin menggugah jiwa patriotisme bangsa bahwa kemerdekaan RI harus direbut oleh para pejuang dalam kondisi apa pun,” terang Noval, peserta karnaval dari RT 03.
Kemeriahan HUT ke-81 RI di Kepanjen juga diramaikan oleh puluhan warga yang terhimpun dalam Komunitas Ontel Kanjuruhan (KOK) melalui parade sepeda tua mengelilingi Kota Kepanjen.
“Peserta yang berpartisipasi sekitar 20 orang. Setiap momentum 17 Agustus kami rutin berpartisipasi untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota komunitas dan seluruh komponen bangsa,” ujar Ketua Komunitas Ontel Kanjuruhan Abdul Malik.
Para peserta parade sepeda tua ini didominasi oleh warga usia paruh baya hingga lanjut usia. Mengendarai sepeda ontel yang dihiasi pernak-pernik bendera Merah Putih dan simbol keindonesiaan, mereka tampak anggun mengenakan pakaian adat Jawa. (*/Januar Triwahyudi)




