DI BANDUNG: Yusrinal Fitriandi, Iwan Budianto dan Rahmat Taufik Hentihu, saat mendampingi tim di Piala Presiden. Untuk musim 2026/2027 ini, Arema FC meniadakan launching team. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC memastikan tidak akan menggelar seremoni pesta peluncuran tim (launching team), menjelang bergulirnya Super League 2026/2027, dan memilih mengalihkan anggaran serta fokus penuh pada pematangan skuad lewat laga uji coba, Rabu (19/8/2026).
Menjelang bergulirnya kompetisi baru, pesta perkenalan pemain biasanya menjadi agenda wajib. Panggung megah didirikan di tengah kota. Lampu sorot warna-warni dinyalakan terang.
Ribuan suporter berjubel memadati area lokasi. Musik keras membahana mengiringi perkenalan jersei dan pemain baru.
Namun, manajemen Arema FC memilih jalan bersahaja. Singo Edan dipastikan absen menggelar seremoni besar. Pesta peluncuran tim pramusim resmi ditiadakan tahun ini.
Keputusan tersebut tidak diambil secara mendadak. Langkah ini melanjutkan kebijakan klub dalam beberapa musim terakhir. Singo Edan sudah lama tidak menggelar pesta perkenalan skuad.
Tercatat, sejak musim 2023-2024 Arema FC tidak pernah bikin pesta launching. Klub terakhir kali menggelar seremoni megah menjelang musim 2022-2023 lalu.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi membeberkan pertimbangan klub. Manajemen memilih mengutamakan persiapan teknis skuad di lapangan.
Program latihan intensif dan agenda uji coba menjadi prioritas utama. Singo Edan butuh memanfaatkan sisa waktu pramusim secara maksimal.
Langkah ini diambil demi mendongkrak performa tim. Pemain harus benar-benar siap sebelum kompetisi resmi bergulir.
“Kami hanya memilih peluncuran skuad di media sosial saja,” kata pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Selain urusan fokus latihan, ada faktor efisiensi anggaran. Manajemen mempertimbangkan biaya besar untuk menggelar pesta launching.
Acara megah membutuhkan sewa tempat (venue) yang mahal. Perlengkapan panggung dan pengamanan juga menyedot dana tidak sedikit.
Pria yang akrab disapa Inal itu menilai pengeluaran tersebut bisa ditekan. Anggaran pesta bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih krusial.
Persiapan tim, operasional pemain, dan fasilitas medis jauh lebih penting. Klub memilih bersikap realistis menghadapi kompetisi.
“Anggaran tersebut bisa dialokasikan ke hal lain yang lebih penting,” tegas Inal.
Inal menilai peniadaan pesta perkenalan tidak merugikan klub. Kebijakan ini sudah berjalan lancar dalam beberapa tahun terakhir.
Euforia suporter tidak akan hilang begitu saja. Manajemen ingin mengalihkan energi pendukung langsung ke stadion saat laga resmi.
“Euforia suporter bisa kami fokuskan ke pertandingan pertama di kompetisi saja. Apalagi kita akan memainkan laga kandang,” tambahnya.
Dua pekan menjelang kompetisi menjadi periode yang sangat krusial. Tim pelatih pimpinan Marcos Santos butuh konsentrasi tinggi.
Usai mengarungi Piala Presiden 2026, Arema FC masih punya banyak pekerjaan rumah. Kedalaman skuad dan kesiapan taktik harus terus diasah.
Dua laga uji coba sudah disiapkan secara matang. Singo Edan bakal menjajal kekuatan RANS FC dan Persipura Jayapura.
Pemain butuh atmosfer pertandingan yang kompetitif. Uji coba menjadi tolok ukur kesiapan fisik dan mental bertanding.
Fokus penuh pada aspek teknis membuat Arema FC makin tenang. Tim tidak perlu terpecah perhatiannya oleh agenda seremonial di luar lapangan. (Ra Indrata)




