MALANG POST – Semarakkan HUT ke-81 RI, 98 kontingen PAUD hingga TK ikuti Gebyar PAUD Kota Batu 2026 di Jalan Panglima Sudirman untuk asah karakter dan keberanian sejak usia dini.
Jalan Panglima Sudirman Kota Batu mendadak berubah menjadi panggung ekspresi anak-anak, akhir pekan kemarin. Ribuan peserta didik PAUD, TK, RA, hingga ABA tumpah ruah mengikuti Gebyar PAUD Kota Batu 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sedikitnya 98 kontingen ambil bagian dalam pawai yang mengusung tema “Kemakmuran Indonesia Dimulai dari Generasi Hebat, Kreatif, dan Berkarakter”. Masing-masing kelompok rata-rata membawa sekitar 35 anak, didampingi guru dan orang tua.
Anak-anak tampil dengan beragam kostum dan properti, mulai dari busana adat Nusantara, pakaian profesi, kostum berbahan barang bekas, hingga alat peraga bertema pelestarian alam dan kepedulian terhadap satwa.
Pawai menempuh rute sekitar satu kilometer. Peserta berangkat dari Balai Kota Among Tani, kemudian melintasi panggung kehormatan di depan Rumah Dinas Wali Kota Batu, sebelum finish di kawasan Simpang Empat BCA.

KREATIVITAS: Ribuan anak-anak Kota Batu saat unjuk kreativitas dalam event Gebyar PAUD Kota Batu 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tepuk tangan warga mengiringi langkah para peserta cilik. Senyum, lambaian tangan, serta aksi kreatif anak-anak membuat suasana pawai terasa semarak.
Gelaran semakin hidup setelah dibuka dengan penampilan Sinden Cilik Monik dan olah gerak tari dari Sanggar Kendedes. Seni tradisi tersebut menjadi pembuka sebelum puluhan kontingen bergantian menunjukkan kreativitas masing-masing.
Di panggung kehormatan, hadir Wali Kota Batu Nurochman, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Batu Siti Faujiah Nurochman, Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Nur Adhim, serta jajaran Forkopimda.
Nurochman memberikan apresiasi terhadap keberanian dan kedisiplinan anak-anak yang tampil di hadapan masyarakat. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas.
“Anak-anak inilah calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan Kota Batu. Keberanian tampil, kedisiplinan, dan semangat gotong royong yang terpancar hari ini adalah investasi paling berharga kita menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan semacam itu menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak sejak usia dini. Pengalaman tampil di ruang publik sekaligus menjadi cara menyenangkan bagi anak untuk belajar percaya diri, bekerja sama, dan mengenal keberagaman budaya.
“Pendidikan karakter tidak boleh mandek di dalam ruang kelas, melainkan harus hidup melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna,” imbuhnya.

Kemeriahan tidak hanya berlangsung di sepanjang rute. Nurochman dan Siti Faujiah bahkan turun langsung menyambut peserta dan menyerahkan penghargaan kepada anak-anak sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Siti Faujiah mengatakan, masa usia dini merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, anak perlu mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi kemampuan sekaligus belajar tampil di depan orang lain.
“Kegiatan seperti ini adalah wadah yang luar biasa agar anak-anak di usia emas bisa berkembang sesuai potensi yang mereka miliki. Momen ini melatih mereka untuk percaya diri dan berani tampil di depan umum sejak dini,” katanya.
Gebyar PAUD tersebut digelar melalui sinergi Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Batu bersama sejumlah mitra, di antaranya IGRA, IGABA, dan IGTKI.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Nur Adhim menambahkan, seluruh peserta mendapatkan trofi dan piagam penghargaan. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap partisipasi sekaligus upaya membangun kepercayaan diri anak.
Tidak berhenti di situ, panitia juga memilih 10 kelompok penampilan terbaik. Masing-masing kelompok mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp1 juta. “Penilaian berfokus pada inovasi, muatan edukasi, serta daya inspirasi penampilan,” terang Adhim. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




