Singa di Batu Secret Zoo. (Foto: Jatim Park for Malang Post)
MALANG POST – Menanggapi foto viral singa jantan bernama Untung, yang tampak ramping di media sosial, manajemen Batu Secret Zoo jelaskan kondisi medis singa geriatri berusia 16 tahun.
Foto seekor singa jantan di Batu Secret Zoo, Jawa Timur Park (JTP) 2, Kota Batu, ramai diperbincangkan di media sosial. Perhatian publik tertuju pada kondisi tubuh singa bernama Untung yang terlihat lebih ramping dari biasanya.
Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram @doniherdaru. Dalam keterangan unggahan disebutkan, foto diambil oleh pengunjung pada 31 Juli 2026 dari sudut atas (top-angle).
Jawa Timur Park Group kemudian memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi Untung. Pengelola memastikan singa jantan tersebut mendapat perawatan dan pemenuhan kebutuhan pakan yang disesuaikan dengan kondisi individunya. Untung diketahui kini berusia 16 tahun. Di Batu Secret Zoo, dia menjadi singa tertua dan telah masuk kategori singa senior atau geriatri.
Dokter Hewan Batu Secret Zoo drh. Prista Dwi Restanti menjelaskan, memasuki usia lanjut, satwa dapat mengalami perubahan komposisi tubuh. Salah satunya berupa penyusutan massa otot sehingga tubuh terlihat lebih ramping dibandingkan singa yang berusia lebih muda.
Namun, kondisi tubuh yang tampak kurus tidak serta-merta dianggap murni sebagai dampak penuaan semata. Tim medis tetap melakukan penilaian kesehatan secara menyeluruh.
“Untung merupakan salah satu satwa senior yang kami rawat. Dalam menilai kondisi tubuhnya, kami memperhatikan kondisi massa otot, Body Condition Score (BCS), nafsu makan, aktivitas, perilaku, serta berbagai aspek kesehatan lainnya,” jelas Prista, Minggu (16/8/2026).
BCS menjadi salah satu parameter krusial untuk mengukur kondisi tubuh satwa. Penilaian tersebut tidak hanya berdasarkan tampilan fisik luar, melainkan juga mempertimbangkan kondisi kesehatan individu secara keseluruhan.
Dari sisi usia, Untung memang sudah tergolong singa lansia. Mengacu pada data Smithsonian’s National Zoo and Conservation Biology Institute, singa di alam liar memiliki rentang hidup yang jauh lebih pendek. Singa betina di alam liar umumnya hidup hingga usia 16 tahun, sedangkan singa jantan jarang bertahan melewati usia 12 tahun.
Sementara itu, singa di bawah perawatan manusia (ex-situ) dapat mencapai usia akhir belasan hingga awal 20-an. Oleh karena itu, singa berusia lebih dari 15 tahun sudah masuk dalam kategori geriatri.
Jawa Timur Park Group menegaskan kebutuhan pakan Untung diberikan berdasarkan kondisi individunya. Faktor yang dipertimbangkan antara lain usia, berat badan, tingkat aktivitas, body condition, hingga status kesehatan.
“Setiap satwa memiliki kebutuhan yang berbeda. Tujuan kami bukan membuat satwa terlihat gemuk, melainkan menjaga kondisi tubuh yang sehat, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan individunya, terutama pada satwa yang telah memasuki usia lanjut,” kata Prista.
Pengelola menilai tampilan fisik satwa tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan kondisi kesehatannya. Tubuh yang terlihat lebih ramping tidak otomatis menandakan satwa sedang sakit atau kekurangan pakan.
Sebaliknya, tubuh yang terlihat lebih berisi pun belum tentu menjadi indikator bahwa satwa dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan mencakup kondisi fisik, nutrisi, kesehatan, perilaku, aktivitas, hingga kenyamanan satwa.
Sebagai lembaga konservasi satwa ex-situ, Batu Secret Zoo menyatakan memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh satwa dalam pengelolaannya mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan biologis dan kondisi masing-masing individu.
Pendekatan tersebut disesuaikan dengan tahapan kehidupan satwa. Satwa senior seperti Untung memerlukan perhatian dan manajemen perawatan khusus yang berbeda dari singa usia produktif.
“Kami menghargai perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap satwa kami. Bagi kami, kesejahteraan satwa bukan hanya mengenai bagaimana satwa terlihat (visual appearance), melainkan bagaimana kebutuhan fisik, nutrisi, kesehatan, perilaku, dan kenyamanannya dapat terpenuhi secara optimal,” tegas Prista.
Jawa Timur Park Group menyatakan sangat terbuka terhadap komunikasi maupun masukan dari masyarakat dan komunitas pemerhati satwa. Pengelola menilai kepedulian publik merupakan bagian penting dalam mengedukasi masyarakat terkait animal welfare (kesejahteraan satwa).
“Kami akan terus menjaga komitmen tersebut dalam pengelolaan satwa di Batu Secret Zoo,” pungkasnya. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




