KOSTUM: Inilah t-shirt yang disiapkan untuk perhelatan fun run bertajuk PMI Run 7K 2026. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, resmi meluncurkan perhelatan ajang lari kemanusiaan perdana, bertajuk “PMI Run 7K 2026”, yang dipusatkan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang. Digelar pada Minggu, 15 November 2026, mendatang.
Palang Merah Indonesia, selama ini identik dengan ketersediaan kantong darah, raungan sirene ambulans di lokasi bencana, serta jajaran petugas layanan kesehatan. Namun, peradaban organisasi kemanusiaan era kini, menuntut cara-cara baru yang lebih segar, agar lembaga ini makin karib meresap di hati masyarakat.
Pendekatan kreatif itulah yang kini digagas PMI Kabupaten Malang. Mengusung tema besar “United in Humanity” (Bersatu dalam Kemanusiaan), PMI menggandeng Panitia Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang, untuk menghentak perhelatan olahraga kemanusiaan bertajuk PMI Run 7K 2026.
Ketua Panitia PMI Run 7K 2026, Dr. Suwadji, membeberkan, ajang lari sehat ini bukan sekadar perayaan tren olahraga fun run semata. Ada pesan edukasi mendalam di balik pemilihan jarak tempuh 7 kilometer tersebut.
“Mengapa mengambil jarak 7K? Ternyata angka 7K itu merupakan simbolisasi dari Tujuh Prinsip Dasar PMI dan Bulan Sabit Merah Internasional. Yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Sekaligus ini menjadi wahana sosialisasi prinsip-prinsip tersebut kepada publik,” ujar Suwadji.

PRESCON: Ketua Panitia, Dr. Suwadji, ketika menjelaskan seputar rencana digelarnya PMI Run 7K 2026 di Aula Kantor PMI Kabupaten Malang. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Suwadji menerangkan, ajang ini dirancang secara terpadu. Selain memadukan aktivitas fisik berlari, panitia memboyong beragam arena edukasi kesehatan, simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP), aksi donor darah massal, panggung hiburan, senam Zumba pemanasan, hingga keterlibatan pameran UMKM lokal.
Panitia mematok target peserta berkisar antara 1.500 hingga 1.750 pelari. Pelibatan masyarakat dibuka amat luas, mulai dari jajaran aparatur sipil negara (ASN), komunitas lari, mahasiswa, hingga apresiasi khusus berupa dispensasi kuota pendaftaran bagi para relawan Korps Sukarela (KSR) dan pendonor darah aktif.
Anak-anak anggota Palang Merah Remaja (PMR) pun disiagakan di sepanjang jalan sebagai cheering team penambah semangat.
Pemilihan Stadion Kanjuruhan sebagai titik pusat (start-finish) perhelatan, juga dipikirkan matang. Stadion kebanggaan warga Malang tersebut kini telah bersolek berstandar internasional.
“Stadion Kanjuruhan adalah ikon Kabupaten Malang. Kami merancang rute sedemikian rupa sehingga menjelang garis finis, para pelari akan diajak melintas masuk ke area dalam stadion lewat pintu utama. Kami ingin menghadirkan impresi dan nostalgia keberadaan stadion ini bagi para peserta,” tambah Suwadji.
Dukungan penuh mengalir dari Panitia Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang. Perwakilan Panitia Hari Jadi, Arif, menegaskan, peringatan ulang tahun daerah butuh kolaborasi lintas sektor agar kemeriahannya tak melulu didominasi gelaran seni atau pertunjukan budaya.
“Warga Kabupaten Malang itu beragam. Yang tidak sempat menikmati seni tari atau pementasan wayang, bisa memeriahkannya lewat jalur olahraga fun run ini. Kolaborasi bersama PMI membuat Hari Jadi ke-1266 menjadi semakin lengkap,” puji Arif.

LENGKAP: Panitia pelaksana PMI Run 7K 2026 saat berfoto bersama. Even ini bakal digelar pada 15 November 2026 mendatang. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Dari sisi teknis rute, Race Director PMI Run 7K 2026, Eko Cahyono, menjamin jalur lari yang disiapkan sangat aman dan bersahabat. Jalur menyusuri kawasan perkotaan Kepanjen dan pemandangan persawahan di seputaran Kanjuruhan.
“Rutenya full road, jalan aspal mulus dan flat tanpa ada elevasi menanjak yang berarti. Jalurnya sangat ramah bagi pelari pemula, anak-anak di bawah usia 17 tahun, maupun atlet potensial yang ingin mengejar Personal Best (PB) waktu tempuh,” terang Eko.
Eko menambahkan, keamanan rute terjamin karena seluruh arah belokan dirancang searah jarum jam (belok kiri), sehingga pelari tak perlu melakukan manuver berbahaya menyeberangi persimpangan utama yang padat kendaraan.
Mengenai pendaftaran, panitia menyediakan jalur online via media sosial resmi, jalur kolektif komunitas (setiap pembelian 10 slot gratis 1 slot), hingga pendaftaran offline langsung di Kantor PMI Kabupaten Malang.
Tiket early bird dibanderol seharga Rp135.000, sementara tarif normal dipatok Rp150.000. Setiap peserta berhak mengantongi jersey resmi, racepack sponsorship, hingga medali penamat (finisher medal) eksklusif di garis finis. (Ra Indrata)




