MALANG POST – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan membuka Seminar Pendidikan Beyond Teaching, yang digelar IGTKI-PGRI Kabupaten Malang di Gedung PGRI pada 29–30 Juli 2024, menggembleng 2.360 guru TK se-Kabupaten Malang, guna meningkatkan kompetensi pembelajaran mendalam berbasis kegiatan bermain yang berkualitas.
Fondasi pendidikan karakter dan kecerdasan anak bangsa tidak dibangun di bangku kuliah, melainkan sejak usia dini di ruang-ruang kelas Taman Kanak-Kanak (TK). Di sanalah imajinasi, kreativitas, dan rasa ingin tahu anak mulai dibentuk.
Semangat itulah yang membakar antusiasme 2.360 guru TK se-Kabupaten Malang saat memadati Gedung PGRI Kabupaten Malang.
Selama dua hari penuh, 29–30 Juli 2024, para pahlawan tanpa tanda jasa itu melahap materi Seminar Pendidikan Beyond Teaching bertajuk “Membangun Pembelajaran Mendalam melalui Kegiatan Bermain Berkualitas di Taman Kanak-Kanak”.
Hajat besar yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) – PGRI Kabupaten Malang ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, A.P., M.Si.
Dalam sambutannya, Bagus menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada IGTKI-PGRI. Ia menilai organisasi profesi ini sangat aktif berinovasi dan konsisten menjadi mitra strategis Dinas Pendidikan dalam memoles kompetensi para guru.
”IGTKI-PGRI betul-betul membuktikan perannya sebagai mitra sejati Dinas Pendidikan. Pelatihan seperti ini sangat krusial agar guru-guru TK kita terus memperbarui metode pengajarannya. Output-nya jelas: melahirkan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas,” ujar Bagus Sulistyawan.

Tak main-main, seminar ini menghadirkan Miftah Farid, S.Pd., M.Pd., Gr.—sosok pemenang Juara 1 Tingkat Nasional Guru Transformatif 2023 yang juga dikenal luas sebagai konten kreator edukasi PAUD.
Kehadiran Miftah Farid menyuntikkan energi baru. Materi yang dibawakan membuka cakrawala para guru tentang bagaimana mengubah aktivitas bermain biasa menjadi sarana pembelajaran mendalam (deep learning).
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Malang, Sumi Herni, S.Psi., menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar pemenuhan program kerja organisasi atau amanat AD/ART semata. Lebih dari itu, ini adalah gerakan moral mempererat silaturahmi sekaligus memodernisasi cara mengajar guru.
”Kami tidak ingin ilmu ini berhenti di ruang seminar. Harus dibawa dan dipraktikkan langsung di kelas masing-masing. Pembelajaran di TK harus tetap berpusat pada anak: bermakna, menyenangkan, dan sanggup melejitkan minat serta bakat murid,” tegas Sumi Herni.
Sumi menambahkan, sosok Miftah Farid dipilih karena rekam jejaknya yang terbukti inspiratif. Inovasi mengajarnya teruji sanggup membuat suasana kelas menjadi hidup tanpa menghilangkan esensi bermain bagi anak usia dini.
”Kreativitas guru harus terus dipompa. Pembelajaran harus berkesadaran, bermakna, dan tentu saja menggembirakan. Anak-anak belajar dengan bahagia, guru pun mengajar dengan penuh karya,” tambah Sumi.
Kemeriahan seminar dua hari ini mendapat dukungan penuh dari lintas sektor. Hari pertama dihadiri jajaran Dinas Pendidikan, Pengawas TK, Ketua PGRI, hingga organisasi mitra seperti Himpaudi dan IGRA.
Sementara pada hari kedua, panggung seminar makin berbobot dengan kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Malang, Pokja Bunda PAUD, hingga jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Malang. Semua bahu-membahu mengawal kemajuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Malang. (Ra Indrata)




