MALANG POST – Skuadra Singo Edan akhirnya berhasil mengakhiri paceklik dalam lima laga terakhir. Mengalahkan Persita Tangerang dengan skor tipis 1-0, sudah cukup bagi Arema FC untuk kembali meraih kemenangan, setelah dalam lima laga terakhir tidak pernah bisa meraih tiga poin.
Satu-satunya gol kemenangan Arema FC, dicetak Gustavo Franca Amadio di menit ke-76. Mantan pemain Persija ini, berhasil melewati pagar pemain Persita, lewat tendangan menyusur ke tanah dari hasil tendangan bebas.
Sebenarnya kiper Persita, Igor Carreira Rodrigues sudah berhasil membaca arah bola. Tetapi tangkapannya justru lepas, karena kerasnya laju bola serta kondisi agak licin. Menyebabkan bola tidak berada dalam pelukan, melainkan membentur lengan kiri dan berbelok arah ke pojok gawang.
Bisa disebut dalam laga pekan ke-27 Super League musim 2025/2026 itu, Igor tidak dalam posisi yang beruntung. Betapa tidak, di sepanjang laga, nyaris kiper bernomor punggung 29 itu tampil tanpa cela.
Berkali-kali gempuran pemain Arema, selalu bisa dimentahkan. Mulai dari tendangan keras Ilham Rio Fahmi. Tendangan keras dari jarak dekat yang dilepaskan Joel Vinicius, atau pun sontekkan Gabriel Silva, yang selalu bisa ditepis.
Tetapi justru kiper dengan postur 191 cm tersebut, harus melihat bola masuk ke gawangnya dalam kondisi tak terduga. Selain karena faktor kecerobohan Pendekar Cisadane, yang hanya memasang satu pemainnya untuk menjadi benteng, saat Gustavo Franca mengambil tendangan bebas.
Bahkan nyaris saja gawang Igor Rodrigues kembali dijebol pemain Arema, ketika laga sudah masuk injury time. Di saat Gabriel Silva memberikan umpan lambung kepada Dalberto Luan Belo di menit 90+2.
Striker Brasil milik Arema itu, sebenarnya sudah berhasil menang duel dan mampu melakukan heading untuk menjebol gawang Persita. Hanya saja, Wasit Yudi Nurcahya, menganulir gol tersebut karena Dalberto sudah berada pada posisi offside, sebelum bola disodorkan Gabriel Silva.

AKTOR: Gustavo Franca yang dipasang sebagai gelandang serang, selalu mendapat kawalan pemain-pemain Persita. Golnya di menit ke-76, menjadi satu-satunya gol yang tercipta di Banten International Stadium. (Foto: Arema Official)
Sebenarnya dari sisi pertandingan, kedua tim yang bermain di Banten International Stadium (BIS) di Serang, pada Jumat (10/4/2026) malam, sama kuatnya. Tim tamu hanya unggul 52:48 persen dari sisi penguasaan bola.
Pun dari jumlah total tembakan, juga tidak beda jauh. Persita berhasil melepaskan 15 kali tembakan dengan empat diantaranya shoot on target. Sedangkan Arema, dari 13 kali total tembakan, ada lima yang mengarah ke gawang.
Meski demikian, Singo Edan yang datang ke Banten dengan telat membalas kekalahan di putaran pertama, sempat memberikan tekanan yang lebih kepada Persita. Terutama di babak kedua.
Pada putaran pertama lalu. Tepatnya di pekan ke-8 pada Selasa (30/12/2025) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Arema harus dipecundangi Persita lewat gol tunggal Aleksa Andrejic di menit ke-90.
Dan di laga putaran kedua, saat giliran Persita menjadi tuan rumah, Arema berhasil balas dendam. Menang dengan skor yang sama, seperti saat Persita menang di Stadion Kanjuruhan.
Sekali pun kemenangan ke-9 Arema dari 27 pertandingan itu tidak mampu membawa Arema memperbaiki peringkat. Tetapi tambahan tiga poin yang didapatkan Arema, mampu memperlebar jarak poin, dari penghuni papan bawah paling atas.
Arema yang kini tetap berada di peringkat ke-11, mengumpulkan 35 poin dari hasil sembilan kali menang, delapan kali seri dan sepuluh kali kalah.
Sedangkan PSM yang berada di peringkat ke-13, meski di hari yang sama berhasil menang 2-1 atas PSIM Yogyakarta, belum juga mampu beranjak dari posisi papan bawah. Poinnya saat ini 28, dari hasil enam kali menang, sepuluh kali seri dan 11 kali kalah. (Ra Indrata)




