MALANG POST – Pada pertengahan April 2026 ini, ribuan pedagang Pasar Induk Gadang (PIG), ditargetkan sudah pindah, sebagai bentuk penataan Pasar Gadang.
Total ada 1.200 pedagang yang akan direlokasi ke lahan yang berada di belakang Pasar Gadang. Prosesnya hingga saat ini berjalan lancar. Diharapkan jika semua sudah pindah, Pemerintah Kota Malang bakal segera memperbaiki jalan akses ke Terminal Hamid Rusdi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Kamis (9/4/2026).
Kata Eko, kondisi Pasar Gadang sudah lama tidak ditata sejak 199. Karenanya muncul beberapa persoalan. Seperti kemacetan, jalan semrawut dan jembatan tidak berfungsi yang terus dikeluhkan masyarakat.
“Ke depan, penataan akan melibatkan Dinas Perhubungan, untuk menata parkir. Serta DPUPRPKP, guna perbaikan jalan,” sebutnya.
Sementara tempat relokasi yang ditempati pedagang, sudah disewa Pemkot Malang selama tiga tahun, dengan anggaran yang disiapkan Rp1,2 miliar.
Penataan PIG tersebut, tambah Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, sebagai langkah positif meski belum sepenuhnya menuntaskan masalah.
Kata Bayu, relokasi pedagang ke lahan di belakang pasar menjadi solusi sementara, untuk mengurai kemacetan dan menghidupkan kembali fungsi jalan dan jembatan di kawasan itu.
“Persoalan Pasar Gadang menjadi perhatian khusus karena terbengkalai dalam kerja sama dengan pihak ketiga sejak 2013.”
“DPRD merekomendasikan agar Pemkot Malang berani mengambil keputusan tegas, untuk menghindari tarik ulur yang berkepanjangan,” tegasnya.
Selain itu, Bayu mengingatkan, ke depan perlu ada solusi jangka panjang terutama terkait status kerja sama yang masih menggantung.
Pihaknya juga menyoroti masa sewa lahan relokasi selama tiga tahun, hingga mempertanyakan kelanjutannya setelah masa itu habis.
Sementara itu, Guru Besar Perencanaan Kota Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Surjono, MTP., menyampaikan, penataan Pasar Gadang bakal memberikan dampak positif bagi kenyamanan masyarakat. Karena pengaman berbelanja akan jauh lebih baik jika pasar tertata rapi.
Prof. Surjono juga mengakui, proses relokasi sementara bagi pedagang bukan hal mudah. Karena melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda. Karenya perlu kepastian terkait pembangunan pasar secara menyeluruh.
Dia menyoroti perlunya komitmen dari pihak terkait, agar rencana rekonstruksi benar-benar terealisasi. Sehingga penataan Pasar Gadang tidak berhenti di tahap relokasi saja. (Faricha Umami/Ra Indrata)




