KOLASE: Pelatih Arema, Marcos Santos, bakal bertemu Pelatih Persita, Carlos Pena, di pekan ke-27 Super League. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Berkekuatan 23 pemain, Arema FC bertolak ke Banten International Stadium di Serang, justru membawa rekor yang tidak bagus. Lima pertandingan terakhir di Super League musim 2025/2026, tidak pernah bisa menang. Hanya dua kali seri dan sisanya kalah.
Padahal tim yang bakal dihadapi di pekan ke-27, Jumat (10/4/2026) dengan kick off 19.00 WIB, adalah tim yang susah dikalahkan. Dalam lima laga terakhir pertemuan dengan Persita Tangerang, Arema hanya bisa sekali menang dan sekali seri. Selebihnya selalu kalah.
Bahkan kekalahan terbaru, didapatkan Arema di pekan ke-8 Super League. Saat Arema menjamu Persita di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, pada 30 Desember 2025 lalu. Skornya 1-0. Gol dicetak Aleksa Andrejic di menit ke-90, setelah memanfaatkan umpan Rayco Rodriguez.
Sedang kemenangan Arema terakhir atas Persita, dihasilkan di pekan ke-12 Liga 1 musim 2024/2025 lalu. Tepatnya pada Selasa (3/12/2024) di Stadion Gelora Soepriadi, Kota Blitar.
Skornya 3-0 untuk Arema. Gol dicetak Dedik Setiawan (menit 45+4), Dalberto Luan Belo (menit 51) dan Charles Lokoli Ngoy menit ke 90+6.
Kalau pun ada yang sedikit ‘meringankan’, skuad asuhan Carlos Pena saat ini juga tidak sedang baik-baik saja. Pada tiga laga terakhir, mereka belum pernah menang. Dua diantara bahkan berakhir dengan kekalahan. Terakhir saat kalah 0-1 dari Persebaya, di pekan ke-26, Sabtu (4/4/2026) lalu.
Sedangkan Arema, juga datang dengan kekuatan yang lebih lengkap. Setelah enam pemain asingnya sempat absen saat bermain imbang 1-1 lawan Malut United. Kini empat dari enam pemain asingnya sudah siap ditampilkan.
Keempat pemain asing itu, Dalberto Luan Belo, Joel Vinicius, Betinho Filho dan Matheus Blade, adalah nama-nama penghuni starting eleven. Yakni di sektor depan dan tengah.
Melihat keberadaan empat pemain Brasil sebelumnya, selalu mampu mewarnai setiap strategi yang diterapkan pelatih Marcos Vinicius dos Santos Goncalves.
Duet Dalberto dengan Joel Vinicius, adalah jaminan untuk tajamnya lini serangan Arema. Hingga pekan ke-26, Dalberto sudah mencetak 14 gol. Joel Vinicius total membuat 11 gol. Empat diantaranya untuk Arema setelah pemain 31 tahun itu bergabung di putaran kedua.
Selain ini, sektor lainnya juga dianggap lebih komplet. Jika formasi tujuh pemain asing langsung diturunkan sejak menit awal, Marcos Santos bisa memasang banyak pemain untuk menambah kedalaman skuad.
Duet Dalberto – Joel Vinicius, akan mendapat sodoran bola-bola siap eksekusi dari Gustavo Franca dan Gabriel ‘Gabi’ Silva. Atau justru keduanya yang muncul sebagai striker lubang.
Di tengah, Matheus Blade bersama-sama Betinho Filho, akan bahu membahu untuk meredam setiap serangan yang bakal masuk ke sektor pertahanan Arema.
Formasi empat pemain di belakang, Marcos Santos bisa lebih banyak berkreasi. Duet center defender sepertinya akan ditempati Hansamu Yama dengan Julian Guevara. Sedang Rio Fahmi dan Iksan Lestaluhu, bakal berada di sektor bek sayap kanan dan kiri.
“Yang pasti, persiapan kami sangat bagus. Beberapa pemain yang absen di pertandingan terakhir, juga sudah bisa bermain. Meski saat lawan Malut United, pemain lainnya juga tampil sangat bagus,” sebut Marcos Santos, dalam sesi prematch press conference, Kamis (9/4/2026) sore.
Justru dalam laga pertemuan ke-17 dengan Persita sejak ISL musim 2013 lalu, pelatih asal Brasil itu mewaspadai kebangkitan tuan rumah. Persita, katanya, saat ini sedang dalam momen yang bagus.
“Kita tahu kesulitan pertandingan di sini. Lawan sedang dalam momen yang bagus. Mereka berada di papan atas klasemen dan merupakan tim yang tahu cara bermain di kandang sendiri.”
“Jadi, kami harus bersiap dengan baik, tetap fokus dan berkonsentrasi penuh, agar besok kami bisa memainkan pertandingan yang hebat dan pulang dari sini dengan hasil positif,” tegas pelatih 46 tahun itu.
Kalau pun ada hal lain yang butuh perhatian, Marcos justru menyoroti soal pengadil di lapangan. Penyebabnya, dalam dua laga terakhirnya di Super League, Arema FC merasa tidak mendapatkan ‘keadilan’ dari sang pengadil di lapangan.
Saat dijamu Bhayangkara FC di pekan ke-25, tidak saja berakhir dengan kekalahan 1-2. Tetapi ketika itu ada tiga pemain Arema yang terkena kartu merah.
Kemudian di pekan ke-26, saat menjamu Malut United di Stadion Kanjuruhan, Arema juga merasa ada beberapa keputusan wasit yang tidak pada tempatnya. Bahkan Arema sempat mengirimkan surat protes ke PSSI, terkait kepemimpinan wasit Naufal.
”Kami (saat lawan Malut United) sudah dekat dengan kemenangan. Tim telah bermain dengan baik. Sayangnya di beberapa pertandingan, wasit bertanggung jawab atas hasil yang membuat kami tidak menang.”
“Tapi itu sudah berlalu. Kami harus fokus untuk besok (Jumat, 10/4/2026) karena kami menghadapi lawan yang tangguh, terlatih dengan baik, dengan pemain-pemain yang menarik dan penting.”
“Besok kami berniat melakukan permainan hebat di sini dan mengincar kemenangan tersebut,” kata Marcos Santos.
Bagi pelatih berlisensi Pro Conmebol ini, tidak ada bedanya antara menjadi tim tamu atau tuan rumah. Dalam kacamatanya, setelah 26 laga berkiprah di kompetisi tertinggi di tanah air, Super League adalah liga yang sangat kompetitif.
“Dengan mempelajari liga ini, saya melihat bahwa tahun ini faktor tuan rumah tidak terlalu penting atau menentukan kemenangan tim.”
“Jadi, saya pikir ini adalah lapangan netral, di mana kedua tim sudah pernah bermain di sini. Sudah mengenal rumput dan stadionnya. Segalanya mendukung untuk menjadi pertandingan yang sangat bagus antara dua tim yang berkualitas,” sebutnya.
Hal yang sama disampaikan Gabriel ‘Gabi’ Silva, yang menjadi perwakilan pemain dalam sesi jumpa pers di Banten International Stadium. Winger Brasil itu juga mengaku dalam kondisi yang baik. Persiapan pemain lainnya juga sangat bagus.
“Di pertandingan terakhir, kami menunjukkan kepatuhan taktis yang sangat baik dan sekarang kami bersiap lebih baik lagi, dengan kembalinya para pemain asing, untuk membantu kami.”
“Fokus kami adalah pertandingan besok dan kami memiliki kondisi penuh untuk pulang dengan kemenangan,” kata pemain yang baru musim ini pertama kali bermain di Indonesia.
Gabi juga mengakui cukup senang bisa bermain bersama Arema. Karena mampu memberikan dampak positif bagi kariernya di dunia sepak bola. Dia pun sangat menikmati bermain di Super League.
“Saya menyukainya, karena menurut saya, ini liga yang sangat kompetitif dan terorganisir dengan baik. Berada di sini memberikan dampak positif bagi saya. Saya senang, saya menikmatinya, dan saya ingin berkembang setiap hari untuk mencapai target saya dan juga target tim,” tegasnya. (Ra Indrata)




