EVAKUASI: Petugas gabungan saat melakukan evakuasi jenazah perempuan lansia yang ditemukan mengapung di Kali Putih, Kelurahan Sisir, Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Suasana pagi di lingkungan RT 8 RW 11, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu mendadak gempar, Rabu (8/4/2026). Warga dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang mengapung di aliran Kali Putih.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh seorang warga yang hendak membuang sampah di sekitar jembatan yang melintasi aliran sungai tersebut. Saat itu, warga melihat sosok tubuh manusia mengapung dalam posisi tertelungkup di bawah jembatan. Korban diketahui mengenakan daster bermotif batik.
“Awalnya ada warga yang mau buang sampah. Waktu dilihat ternyata ada mayat mengapung di sungai. Langsung teriak dan memberi tahu warga lain,” ujar salah satu warga, Nurhadi.
Teriakan tersebut membuat warga sekitar berdatangan. Dalam waktu singkat, lokasi penemuan jasad dipenuhi warga yang penasaran sekaligus ingin memastikan kabar yang beredar.
Beberapa warga tampak berdiri di tepi jembatan, sementara lainnya menyaksikan dari bantaran sungai. Suasana sempat ramai, namun warga tetap menjaga jarak sambil menunggu petugas datang.
Tak lama kemudian, petugas kepolisian bersama tim dari PMI Kota Batu dan relawan tiba di lokasi untuk melakukan proses evakuasi. Dengan bantuan peralatan, jasad korban kemudian diangkat dari aliran sungai.
Setelah dilakukan penanganan awal di lokasi, identitas korban akhirnya berhasil diketahui. Korban diketahui bernama Sirum, usianya sekitar 60 tahun, warga setempat yang sehari-hari akrab disapa Mak Rum.
Ketua RW 11 Kelurahan Sisir, Jaenuri membenarkan bahwa korban merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan. “Benar, beliau warga sini. Namanya Sirum, tapi sehari-hari dipanggil Mak Rum. Rumahnya juga tidak jauh dari lokasi sungai,” jelas Jaenuri saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.
Kabar penemuan jasad tersebut sontak membuat warga yang mengenal korban merasa terpukul. Beberapa di antaranya bahkan tampak meneteskan air mata saat mengetahui identitas korban.
Menurut keterangan warga, Mak Rum dikenal sebagai sosok yang sudah lama tinggal di lingkungan tersebut. Korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit dan beberapa kali mengalami pingsan.
“Memang ada riwayat sakit. Warga juga sering mendengar beliau pernah pingsan,” ujarnya
Meski demikian, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana korban bisa berada di aliran sungai tersebut. Mereka pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
Usai proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk visum guna memastikan penyebab kematian.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi pasti kejadian tersebut. Petugas juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga di sekitar lokasi. (Ananto Wibowo)




