MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional maupun internasional. Melalui berbagai pemeringkatan, UM berhasil mempertahankan posisi di jajaran sepuluh besar Top Rank dan meraih pengakuan yang kian memperkuat reputasi sebagai kampus pendidikan unggul.
Prestasi ini bukan sekadar capaian angka, melainkan juga menjadi penegasan bahwa UM terus bergerak_bertransformasi_untuk menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga kualitas yang telah dibangun selama ini.
PENGAKUAN DI LEVEL INTERNASIONAL: TOP 10 ASIAN UNIVERSITIES IN EDUCATION
Menurut Adscientific Index, UM meraih pencapaian membanggakan dengan menempati posisi peringkat ke-4 dalam daftar Top 10 Asian Universities in Education.
Hasil ini menegaskan posisi UM sebagai salah satu kampus pendidikan terbaik di kawasan Asia, sekaligus memperkuat daya saing pendidikan Indonesia di ruang global. Tak hanya di Asia, capaian serupa juga meluas pada reputasi UM dalam bidang-bidang yang menjadi penopang pembelajaran modern.
DOMINASI DI TINGKAT NASIONAL
Di tingkat nasional, UM juga menorehkan hasil yang signifikan. Masih berdasarkan Adscientific Index, UM berada di posisi pertama bidang pendidikan versi lembaga survei tersebut. Sementara itu, menurut versi edurank, UM menempati puncak pada bidang keilmuan multimedia dan kewirausahaan.
Serangkaian capaian ini menunjukkan bahwa UM tidak hanya dikenal sebagai “kampus pendidikan”, tetapi juga sebagai institusi yang terus mengembangkan keilmuan berbasis inovasi dan relevansi terhadap kebutuhan masyarakat.

REKTOR UM: PRESTASI ADALAH PEMACU TRANSFORMASI
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pengakuan yang diberikan berbagai lembaga pemeringkatan dunia terhadap UM. Ia menilai keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras seluruh sivitas akademika yang konsisten menjaga mutu sekaligus menghadirkan inovasi.
“Ini tentu menjadi penyemangat bagi kita untuk terus melakukan transformasi, baik transformasi diri maupun institusi. UM yang dulunya sebagai The Learning University harus terus belajar dan berkembang dalam menjawab tantangan peradaban,” ujar Prof. Hariyono.
Ia menekankan bahwa transformasi UM tidak sebatas perubahan struktur, tetapi menyangkut penguatan nilai, budaya kerja, dan proses pelembagaan. Menurutnya, UM harus tetap berakar pada budaya Nusantara, namun tetap terbuka terhadap perkembangan global.
“UM harus mengakar pada budaya Nusantara, tetapi juga terbuka terhadap budaya global. Sebagai bagian dari peradaban dunia, kita memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.
Prof. Hariyono juga menegaskan bahwa kualitas pendidikan yang diakui melalui berbagai program studi harus terus dipertahankan melalui inovasi berkelanjutan, sebab pendidikan yang baik tidak cukup berhenti pada prestasi—melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
MERITOKRASI, DIALOG dan SEMANGAT BERPIKIR KRITIS
Dari sisi tata kelola, UM berkomitmen memperkuat budaya meritokrasi yang terbuka, demokratis, dan partisipatif. Langkah ini sejalan dengan semangat SDGs, terutama pendidikan berkualitas, inovasi, serta kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Hariyono menyebut tantangan terbesar adalah “rasa nyaman” dan kemapanan. Dalam dunia akademik, kata dia, dialog dan semangat berpikir kritis harus terus dijaga sebagai mesin pertumbuhan ilmu.
“Tantangan terbesar kita justru adalah rasa nyaman dan kemapanan. Dalam dunia akademik, pertanyaan adalah mesin ilmu pengetahuan. Karena itu, dialog dan semangat berpikir kritis harus terus dijaga,” tegasnya.
WAKIL REKTOR IV: KOLABORASI KUNCI KEBERLANJUTAN PRESTASI
Wakil Rektor IV UM, Prof. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai prestasi UM merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen kampus, dan berharap seluruh sivitas akademika terus meningkatkan kinerja untuk mempertahankan bahkan melampaui capaian saat ini.
“Ini adalah prestasi yang membanggakan. Kami berharap seluruh sivitas akademika terus bekerja keras untuk mempertahankan dalam berkarya, bahkan meningkatkan capaian ini,” ungkapnya.
KOMITMEN PEMBELAJARAN SEPANJANG HAYAT
Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, UM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Prestasi yang diraih kini menjadi titik tolak—bukan akhir—agar UM terus bertumbuh, memperluas kontribusi, dan memperkuat posisi sebagai kampus pendidikan berdaya saing global. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




