MALANG POST – Program beasiswa Seribu Sarjana kembali digulirkan Pemkot Batu pada 2026. Program ini menjadi angin segar bagi warga yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, terutama bagi mereka yang selama ini terkendala biaya.
Tahun ini, kuota penerima beasiswa ditingkatkan cukup signifikan. Pemerintah menargetkan sekitar 400 penerima manfaat, naik dari realisasi tahun 2025 yang mencapai 273 penerima. Peningkatan kuota tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kota Batu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan, bahwa program beasiswa ini menyasar berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya bagi siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membuka peluang bagi kelompok masyarakat lainnya.
Kategori penerima diantaranya jalur prestasi akademik dan non-akademik, masyarakat kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, hingga guru non-ASN serta perangkat desa.
“Program ini terbuka luas bagi warga Kota Batu dengan berbagai kategori. Harapannya tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi yang disediakan Dinas Pendidikan Kota Batu. Calon peserta diminta untuk mencermati seluruh persyaratan yang telah ditetapkan sebelum melakukan pendaftaran.
Peserta diwajibkan mengunduh dokumen persyaratan serta template proposal sesuai dengan kategori yang dipilih. Setelah itu, mereka harus mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah seluruh berkas yang diminta melalui Google Form yang telah disiapkan panitia.

SERIBU SARJANA: Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat menyerahkan secara simbolis beasiswa Seribu Sarjana beberapa saat lalu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Alfi menegaskan, peserta juga harus mencetak bukti pendaftaran yang dikirim melalui email. Dokumen tersebut nantinya wajib dilampirkan dalam proposal pengajuan beasiswa. “Bukti pendaftaran dari email itu harus dicetak dan dimasukkan dalam berkas proposal,” jelasnya.
Setelah proses pendaftaran administrasi selesai, peserta diminta untuk mengumpulkan proposal dalam dua rangkap. Berkas tersebut diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota Batu serta Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Batu.
Seluruh dokumen yang masuk akan melalui tahap verifikasi administrasi oleh tim yang telah ditunjuk. Dari proses tersebut nantinya akan ditentukan peserta yang dinyatakan lolos seleksi.
“Peserta yang lolos akan dihubungi langsung oleh admin melalui WhatsApp setelah proses verifikasi selesai,” tambah Alfi.
Program ini tidak hanya memberikan kesempatan kuliah bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan dukungan pembiayaan yang cukup besar. Besaran bantuan pendidikan yang diberikan berbeda-beda, tergantung pada program studi yang diambil oleh mahasiswa.
Untuk jurusan tertentu seperti kedokteran, bantuan yang diberikan bisa mencapai Rp10 juta per semester. Bantuan tersebut diberikan maksimal hingga delapan semester atau selama masa studi normal.
Menurut Alfi, pembatasan masa bantuan itu sengaja diterapkan untuk mendorong mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. “Jika masa studi melebihi batas yang ditentukan, maka biaya selanjutnya menjadi tanggung jawab pribadi mahasiswa,” tegasnya.
Melalui program Seribu Sarjana, Pemkot Batu berharap dapat menekan kesenjangan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Program ini juga diharapkan mampu menyiapkan generasi muda Kota Batu agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas SDM di Kota Batu serta memberi kesempatan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat kurang mampu, untuk mengakses pendidikan tinggi,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




