MALANG POST – Dinas Kesehatan Kota Malang, terus mengejar target imunisasi, untuk menekan kasus campak yang terjadi di Kota Pendidikan Ini.
Terlebih-lebih pada awal tahun 2026 ini, sudah muncul 17 kasus campak tersebut. Fakta itu bisa menjadi alarm bagi masyarakat, terhadap kemungkinan terjadinya serangan campak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, ketika menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, menyatakan, pihaknya kini tengah menggencarkan kampanye imunisasi kejar, untuk menutup celah kekebalan yang sempat kendor akibat mobilitas tinggi warga.
“Pemerintah menargetkan setidaknya 13.000 anak di wilayah terdampak, segera mendapatkan vaksinasi tambahan secara merata.”
“Langkah ini diambil demi mencapai ambang batas kekebalan kelompok sebesar 95 persen, agar rantai penularan virus dapat segera diputus,” katanya di acara yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Sabtu (4/4/2026) kemarin.
Dokter kelahiran Bondowoso ini juga menjelaskan, petugas kesehatan di setiap Puskesmas disiagakan untuk menyisir anak-anak usia 9 bulan hingga 13 tahun, yang belum mendapat dosis lengkap.
Sementara itu, Staff Divisi Infeksi Penyakit Tropik Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Rumah Sakit dr Syaiful Anwar (FKUB RSSA), dr. Dewangga Primananda Susanto, MMRS, Sp.A menyampaikan, campak bukanlah infeksi kulit biasa. Melainkan penyakit pernapasan yang sangat menular.
Karenanya, dr Dewangga memperingatkan orang tua, untuk waspada terhadap gejala demam tinggi yang disertai batuk, pilek serta mata merah pada anak.
“Jika tidak ditangani dengan tepat, virus ini dapat memicu komplikasi fatal seperti radang paru-paru hingga radang otak.”
“Untuk itu penting bagi keluarga memahami upaya pencegahan, karena tidak ada obat spesifik bagi virus campak, selain penguatan daya tahan tubuh dan pencegahan sejak dini,” jelasnya.
dr Dewangga juga menyebut, pemberian dua dosis vaksin MR terbukti memberikan perlindungan medis yang efektif, hingga mencapai angka 97 persen.
Kesadaran untuk melengkapi status imunisasi rutin, menjadi kunci utama agar anak-anak terhindar dari risiko komplikasi. (Nurul Fitriani/Ra Indrata)




