MALANG POST- Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menunjukkan komitmen nyata memperluas jejaring internasional melalui peningkatan peluang karier global bagi mahasiswa.
Dalam sebulan terakhir, sedikitnya lima perusahaan asal Jepang melakukan kegiatan rekrutmen. Sekaligus penjajakan kerja sama dengan FIB UB, membuka peluang magang dan kerja bagi mahasiswa.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa FIB UB semakin dipercaya sebagai mitra strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, terutama di bidang bahasa, budaya dan komunikasi lintas budaya.
Salah satu momen paling signifikan adalah saat FIB UB menerima kunjungan resmi delegasi Pemerintah Prefektur Kochi, Jepang, pada Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, hadir pula empat perusahaan Jepang yang menawarkan peluang magang dan kerja, yaitu: 1. Marunaka Transportation, 2. Hiwasaki Corporation (sektor energi), 3. Sachi Co. Ltd. (layanan lansia), 4. Koryo Holdings (pendidikan dan otomotif)
Dalam sesi pemaparan, delegasi menekankan bahwa kebutuhan tenaga kerja global dari Indonesia terus meningkat. Terutama dibutuhkan lulusan yang memiliki kompetensi bahasa serta pemahaman budaya Jepang.
Kegiatan ini juga menghadirkan alumni FIB UB yang tengah menjalani program magang di Jepang. Kehadiran mereka menjadi bukti konkret tentang pengalaman kerja, proses adaptasi budaya, hingga peluang pengembangan karier di luar negeri.

Tak hanya itu, FIB UB juga menerima kunjungan dari Atago Driving School, perusahaan asal Nagasaki, Jepang. Perusahaan ini membuka peluang baru, khususnya di bidang instruktur mengemudi. Sektor yang relatif jarang disentuh oleh tenaga kerja Indonesia.
Kunjungan berlangsung dalam dua tahap, yakni: pertama, pada 5 Maret 2026 (perkenalan). Kedua, 12 Maret 2026 (sosialisasi dan penjajakan kerja sama rekrutmen magang mahasiswa).
Perwakilan perusahaan menyampaikan bahwa tenaga kerja Indonesia di Jepang selama ini masih banyak terkonsentrasi pada sektor pertanian. Karena itu, diperlukan diversifikasi bidang kerja, termasuk penguatan kesempatan pada sektor pelatihan dan instruktur mengemudi.
Program ini dinilai menjadi langkah inovatif untuk memperkaya pengalaman internasional mahasiswa FIB UB. Agar lebih beragam dan relevan dengan kebutuhan global.
Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A., menyampaikan apresiasi atas berbagai kerja sama internasional yang terjalin dalam waktu singkat ini.
Ia menegaskan bahwa peluang magang internasional tidak hanya berdampak pada pengalaman kerja, tetapi juga memperkuat soft skills mahasiswa.
“Melalui program-program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, adaptasi lingkungan kerja global, serta profesionalitas yang dibutuhkan di dunia internasional,” ujar Yusri.
Ia menambahkan, kehadiran lima perusahaan Jepang dalam satu bulan terakhir juga sejalan dengan upaya FIB UB mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Khususnya pada aspek mobilitas mahasiswa ke luar negeri dan penguatan kerja sama internasional.
Lebih lanjut, Yusri menyatakan bahwa langkah tersebut memperkuat posisi FIB UB sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja global.
“Melalui berbagai kegiatan rekrutmen dan kerja sama internasional ini, FIB UB terus menunjukkan perannya sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan dunia kerja global,” pungkasnya.
Dengan semakin terbukanya akses mahasiswa pada peluang internasional, diharapkan lulusan FIB UB tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman global yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




