Busana khas Kota Malang yang baru. Busana ini dipakai saat HUT ke 112 Kota Malang, Rabu (1/4/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Ada yang beda dalam peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang yang jatuh pada hari Rabu, 1 April 2026. Yaitu, soal busana khas daerah. Tahun ini, mulai dari kepala daerah, pejabat pemkot hingga legislatif Kota Malang tidak lagi mengenakan pakaian adat Malangan seperti tahun-tahun sebelum. Mereka mengenakan busana adat khas Kota Malang yang baru.
Busana khas yang baru itu dipakai Walikota Malang, Wahyu Hidayat, Wakil Walikota Ali Muthohirin, Sekda Erik Setyo Santoso, dan para pejabat saat upacara di halaman Balaikota hingga Rapat Paripurna di Gedung DPRD tentang Peringatan HUT 112 Kota Malang.
Busana khas itu sarat filosofi sejarah panjang Kota Malang, dari jejak kerajaan hingga era kolonial. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, menegaskan busana ini menjadi simbol baru identitas Kota Malang yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan perpaduan budaya yang unik
Salah satunya diwujudkan melalui perancangan busana khas Kota Malang yang mengandung filosofi perpaduan nilai lokal, sejarah, serta nuansa kolonial. Busana itu mengangkat berbagai unsur ikonik, mulai dari Tugu Malang, bunga teratai, hingga motif batik kawung yang dimodifikasi dari biji kopi pecah. Sentuhan estetika klasik juga memperkuat karakter desain, menjadikannya simbol harmoni antara masa lalu dan masa kini.
Menurut Wahyu, peluncuran busana ini juga menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Kota Malang memiliki pakaian khas resmi yang merepresentasikan perjalanan panjang pemerintahan dan budaya.(Eka Nurcahyo)




