PELATIH Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Catatan sejarah menunjukkan, Arema FC baru tiga kali bertemu Malut United. Karena tim yang bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate itu, adalah pendatang baru di kasta tertinggi kompetisi di Indonesia.
Tim yang dulunya bernama Putra Delta Sidoarjo tersebut, resmi berkiprah di Liga 1 pada musim 2024/2025. Setelah promosi dari Liga 2 dengan predikat peringkat ketiga di musim 2023/2024.
Dari tiga kali pertemuan tersebut, kedua tim tergolong sama kuat. Di putaran pertama Liga 1 musim 2024/2025, Arema mengalahkan Malut United, 3-1, di Stadion Gelora Soepriadi, Kota Blitar.
Saat bertemu di musim yang sama di putaran kedua, giliran Malut United yang unggul 2-1, kala menjamu Arema di Stadion Gelora Kie Raha.
Pertemuan ketiga terjadi di Super League musim 2025/2026. Tepatnya di pekan ke-14 pada 29 November 2025. Skornya sama kuat, 1-1. Gol tuan rumah dicetak Tyronne Gustavo del Pino Ramos, saat laga baru berjalan di menit kedua.
Tetapi gol balasan Arema FC, tak kalah cepatnya. Yakni juga di menit kedua babak kedua. Tepatnya di menit 47 lewat kaki Ian Lucas Puleio Araya.
Padahal dalam laga yang ditonton 1.560 orang dengan wasit Thoriq Alkatiri tersebut, Arema tampil pincang. Tercatat ada enam pemain utama, yang harus absen karena berbagai sebab.
Lebih menarik lagi, saat giliran Arema FC menjamu Malut United, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, nasib apes juga dialami Arema. Kali ini, bahkan ada enam pemain asingnya yang harus absen.
Dalam laga di pekan ke-26, yang akan berlangsung pada Jumat (3/4/2026) tersebut, Arema hanya bisa menurunkan lima pemain asing yang tersisa, termasuk kiper Lucas Frigeri.
Mau tidak mau, pelatih Arema asal Brasil, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, harus mengandalkan pemain-pemain lokal, untuk bisa merealiasikan target mempertahankan tiga poin kandang.
Persiapan untuk itu sudah dilakukan pada internal game, di Stadion Kanjuruhan, pada Sabtu (28/3/2026) kemarin. Ketika itu, gambaran formasi dengan mayoritas pemain lokal, berhadapan dengan tim cadangan yang diperkuat lima pemaing asing yang bakal absen lawan Malut United.
Hasilnya cukup memuaskan, tim ‘pemain lokal’ bisa mengalahkan tim ‘pemain asing’, dengan skor 3-1.
“Kami sudah membentuk tim. Karena banyak pemain (asing) yang tidak bisa main. Kami manfaatkan internal game dan sesi latihan, untuk menentukan komposisi tim untuk menghadapi Malut United,” sebut pelatih 46 tahun ini.
Pelatih berlisensi Pro Conmebol ini, terlihat benar-benar serius dan penuh perhitungan, untuk menyiapkan formasi starting eleven. Bahkan diprediksi, akan ada rencana cadangan yang juga disiapkan, sebagai antisipasi situasi dan kondisi menjelang kick off.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan Marcos Santos untuk memilih pemain lokal, tidak sekadar pada kesiapan fisik dan psikis pemain. Tetapi juga dipadukan dengan taktik dan strategi permainan yang disusun.
“Ada enam pemain asing yang absen lawan Malut. Tentu ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menurunkan pemain-pemain lokal yang kami punya,” kata Marcos, sembari menyebut nama-nama seperti Dalberto, Joel Vinicius, Matheus Blade, Pablo Oliveira, Betinho Filho dan Walisson Maia, yang dipastikan absen.
Marquinhos Santos pun berharap, para pemain lokal bisa memanfaatkan situasi absennya enam pemain asing tersebut. Apalagi pihaknya percaya, siapapun yang dimainkan bakal memberikan yang terbaik.
“Selain pemain asing, kami punya beberapa pemain lokal berkualitas. Saya percaya dengan kemampuan mereka.”
“Siapapun yang akan bermain nanti, bakal memberikan yang terbaik. Sebab, ini juga menjadi penilIan untuk nasib mereka di Arema musim depan,” tandasnya. (*/Ra Indrata)




