Walikota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menerima Trofi Abyakta Anugerah Kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Lima program unggulan yang di-break down dalam 10 Dasa Bakti untuk mewujudkan “Kota Malang Mbois Berkekas” dari Walikota Malang, Dr.Ir. Wahyu Hidayat, MM, bersama Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin, bukanlah slogan. Juga bukan lip service janji politik saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Namun, Walikota Wahyu Hidayat bersama wakilnya Mas Ali Muthohirin, berkomitmen kuat untuk mewujudkannya. Bahkan, pasangan kepala daerah itu terus gerak cepat (gercep) dan tancap gas untuk merealisasi Dasa Bakti itu.
Hasilnya pun luar biasa. Terbukti sepanjang 2025 sederet prestasi mulai regional, nasional hingga internasional, berhasil dikoleksi Kota Malang. Bahkan, hingga Kota Malang berusia 112 tahun pada Rabu (1/4/2026), prestasi itu tidak pernah henti.
Di antara capaian prestasi paling prestius tahun 2025 adalah penetapan resmi Kota Malang sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam bidang Media Arts.
Pengakuan dunia ini menjadi bukti konkret matangnya ekosistem digital di Malang, mulai dari sektor gim, animasi, hingga inovasi media yang berbasis kearifan lokal. Status ini diharapkan membuka keran kolaborasi internasional bagi bagi kreator lokal.

Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin, saat menerima penghargaan Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) 2025 dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. (Foto: Istimewa)
Di bidang pendidikan, Kota Malang menorehkan prestasi Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jatim 2025. Sukses tuan rumah Porprov IX dan kontingen Kota Malang sukses sebagai runner up dengan raihan medali 132 emas, 124 perak dan 116 perunggu.
Kota Malang juga meraih CNN Award untuk ‘1.000 Event’ kategori Excellence in Urban Creative Tourism Activation. Program ini dinilai berhasil mengaktivasi ruang publik melalui berbagai kegiatan budaya dan kreatif yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Di bidang transportasi, Kota Malang sukses meluncurkan Trans Jatim Gajayana pada November 2025. Layanan ini menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi publik yang terintegrasi di Malang Raya.
Hingga menjelang peringatan HUT ke 112 pada 1 April 2026 ini, ukiran prestasi Kota Malang makin Mbois Berkelas. Di antara prestasi bergengsi yang diraih adalah Sertifikat Menuju Kota Bersih (peringkat 7 nasional), penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Utama dengan cakupan JKN di atas 100 persen (tepatnya 105 persen), serta dinobatkan sebagai ASEAN Clean Tourist City.

Menko Pemberdayaan Manusia, M Muhaimin Iskandar, menyerahkan trofi penghargaan UHC Awards 2026 kepada Walikota Malang, Wahyu Hidayat, atas capaian JKN yang melampaui 100 persen. (Foto: Istimewa)
Selain itu, Walikota Wahyu Hidayat menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 atas komitmen memajukan budaya lokal.
Keberhasilan kepemimpinan pasangan Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin juga terlihat dari penyelesaian persoalan di kawasan Pasar Induk Gadang (PIG) yang sudah berlangsung puluhan tahun. Terutama soal kemacetan arus lalu lintas (lalin) dampak dari tak berfungsinya secara optimal jembatan kembar dan budaya bongkar muat dagangan di badan jalan.
Upaya keras Walikota Wahyu untuk menata kawasan pasar sayur dan ikan PIG akhirnya membuahkan hasil. Ribuan pedagang berhasil direlokasi ke tempat baru hasil swadaya pedagang. Para pedagang janji pindah ke tempat baru usai Lebaran 2026.
Jika mereka telah pindah, jalan yang membelah PIG dijamin mulus dan lebar, sehingga jembatan kembar bisa maksimal dan arus lalin bisa lancar. Raihan prestasi gemilang itu bukti nyata dari kerja keras Walikota Wahyu bersama wakilnya, Ali Muthohirin, dalam merealisasi Dasa Bakti Unggulannya. Yaitu, Ngalam Nyaman, Ngalam Asyik, Ngalam Seger, Ngalam Rijik, Ngalam Idrek, Ngalam Santun, Ngalam Pinter, Ngalam Laris, Ngalam Tahes dan Ngalam Ngopeni. (Adv/Eka Nurcahyo)




