MALANG POST – Tim berperingkat 86 dunia, harus bertahan total defend saat menghadapi tim berperingkat ke-121 dunia. Bahkan tim 86 dunia hanya bisa menang lewat tendangan penalti. Di saat sepanjang permainan open play, mereka gagal menjebol gawang tim 121 dunia.
Itulah yang terjadi dalam Final FIFA Series 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026) malam. Saat Timnas Indonesia yang berperingkat 121 dunia, bertemu Bulgaria, tim berperingkat 86 dunia.
Terlepas dari penalti yang tercipta di menit ke-38, Bulgaria yang datang sebagai perwakilan tim dari benua Eropa, justru tampil di bawah tekanan.
Penalti itu sendiri, diberikan wasit setelah melakukan review on field pada layar VAR. Ketika itulah, terihat kaki Kevin Diks, menyentuh minimalis pada Zdravko Dimitrov, di dalam kotak penalti.
Petkov yang menjadi algojo, langsung berhadapan dengan Emil Audero. Dengan tenang, Petkov mengarahkan bola ke sisi kiri, sedangkan kiper Sassuolo itu sudah bergerak ke arah sebaliknya.
Gol itu menjadi satu-satunya bola masuk ke gawang dalam laga kedua bagi masing-masing tim. Sebelumnya Timnas Indonesia sukses mengalahkan Saint Kitts and Nevis dengan skor telak, 4-0. Sedangkan Bulgaria, mengalahkan Kepulauan Solomon dengan skor, 10-2.
Sejak awal pertandingan, Timnas Indonesia tampil percaya diri dengan menguasai bola. Jey Idzes dan kawan-kawan, terus mencoba menekan Bulgaria, yang justru bermain tidak seperti biasanya.
Tak heran jika tim asuhan John Herdman ini, berulang kali mendapatkan peluang emas dan hampir membobol gawang Bulgaria.
Paling tidak di penghujung pertandingan, ada tiga momen bola yang diselamatkan mistar gawang. Pertama saat tendangan lambung Ole Romeny yang membentur mistar gawang. Kedua, back header dari Elkan Baggot yang dicoba dibuang pemain Bulgaria, juga membentur mistar gawang sebelum keluar.
Terakhir ketika tendangan Beckham Putra, lagi-lagi hanya membentur mistar gawang.
Saat menghadapi Bulgaria ini, pelatih asal Inggris menurunkan pemain inti yang berbeda dibanding saat melawan Saint Kitts and Nevis.
Emil Audero, Justin Hubner, Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On, dan Ragnar Oratmangoen yang sebelumnya jadi pemain cadangan kini bermain sejak menit pertama.
Hanya saja formasi itu kemudian diubah pada babak kedua, agar Timnas Indonesia bisa lebih memberikan tekanan kepada Bulgaria. Sekaligus mengejar ketertinggalan 0-1 yang didapatkan di babak pertama.
John Herdman pun melakukan perubahan dengan memasukkan Ivar Jenner, menggantikan Sananta yang terisolasi sepanjang babak pertama. Pergantian ini membuat tempo serangan Indonesia meningkat, meski masih kesulitan menembus pertahanan rapat Bulgaria.
Kemudian perubahan kembali dilakukan pada menit ke-60 dengan memasukkan Eliano Reijnders dan Elkan Baggott. Strategi ini membuat permainan Indonesia lebih cair, tetapi peluang bersih tetap sulit diciptakan.
Peluang terbaik Indonesia hadir pada menit ke-72. Ole Romeny berhasil menyambut umpan panjang Jay Idzes di belakang lini pertahanan Bulgaria, namun sontekannya masih membentur mistar gawang.
Pada 15 menit terakhir, Herdman mencoba opsi lain. Ia memasukkan Donny Tri Pamungkas untuk menggantikan Hubner dan Beckham Putra Nugara menggantikan Joey Pellupessy.
Pada menit ke-80, Bulgaria menebar ancaman. Berhasil melewati Jay Idzes dan Rizky Ridho, Vladimir Nikolov melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Emil Audero berhasil menepis tendangannya.
Indonesia punya peluang lewat Rizky Ridho yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Tetapi, tendangannya masih mampu ditepis kiper. Hingga akhir pertandingan, Indonesia belum mampu memecah kebuntuan. Dan harus mengakui keunggulan Bulgaria. (Ra Indrata)




