MALANG POST – Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Malang, mencatat ada penurunan wisatawan di puncak libur Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 H.
Kata Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, ketika menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk. Yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Sabtu (28/3/2026) kemarin, penurunan itu justru terjadi ketika bersamaan dengan libur Hari Raya Nyepi.
“Jumlah kunjungan wisata di puncak musim lebaran 2026, mengalami sedikit penurunan, dibanding tahun 2025. Hal ini terjadi karena periode libur panjang bertepatan dengan Idulfitri dan Nyepi,” katanya.
Sedangkan sejumlah destinasi wisata, masih menjadi favorit. Seperti Pantai Tanjung Penyu dan Desa wisata Pujon. Perkiraannya, kunjungan ke pantai bisa mencapai 300 ribu selama libur lebaran.
Sebagai antisipasi lonjakan wisatawan, tambahnya, Disparbud Kabupaten Malang berkoordinasi dengan Polres Malang dan TNI untuk keamanan. Dengan menempatkan tim penyelamat di lokasi berisiko tinggi, Seperti pantai dan air terjun.
Sementara itu, kata Muhammad Rizki Ramdan, anggota ASITA Malang Raya, penurunan jumlah wisatawan tersebut, bisa juga disebabkan dampak efisiensi yang dirasakan industri tarvel. Ditambah dengan lemahnya daya beli masyarakat, lantaran adanya efisiensi tersebut.
“Industri travel mengalami penurunan daya beli yang signifikan sejak tahun 2025, akibat efisiensi anggaran pemerintah.”
“Selain itu, ada perubahan perilaku wisatawan. Dimana wisata bisa lebih personal dan terkustomisasi dengan menyusun itinerary sendiri dengan bantuan AI,” katanya.
Menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan rupiah, Rizki merekomendasikan Disparbud Malang Raya untuk mengalihkan strategi promosi ke pasar mancanegara, melalui table top dan mengembangkan konsep digital nomad seperti di Bali.
Rizki memprediksi, 2026 ini akan semakin menantang, dengan penurunan kunjungan dari 11 juta (2024) menjadi 9,4 juta (2025).
Sehingga diversifikasi pasar internasional menjadi kunci keberlanjutan industri pariwisata Malang Raya. (Anisa Afisunani/Ra Indrata)




