MALANG POST – Pemkot Batu memaparkan berbagai capaian pembangunan sepanjang tahun anggaran 2025. Hal itu disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman dalam rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di hadapan DPRD Kota Batu.
Dalam paparannya, Nurochman terlebih dahulu menggambarkan kondisi umum daerah yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa pada 2025 Kota Batu menaungi 3 kecamatan, 19 desa dan lima kelurahan. Jumlah penduduk tercatat 225.323 jiwa, terdiri atas 113.590 laki-laki dan 112.733 perempuan.
Penyelenggaraan pemerintahan daerah didukung oleh 4.543 aparatur sipil negara (ASN). Rinciannya, 2.646 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.897 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari jumlah PPPK tersebut terdiri dari 664 PPPK dan 1.233 PPPK paruh waktu.
“Tahun 2025 merupakan tahun pertama pelaksanaan RPJMD Kota Batu 2025–2029,” ujar Cak Nur sapaan Nurochman, Jumat (27/3/2026).
RPJMD tersebut ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 dengan visi pembangunan “Kota Batu Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, Ekologis Menuju Generasi Emas 2045.” Visi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam sembilan misi pembangunan yang menjadi arah kebijakan pembangunan daerah.
Untuk tahun pertama implementasi RPJMD, arah pembangunan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 dengan tema: “Penguatan Pertumbuhan Ekonomi yang Didukung Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan, Pemberdayaan Desa dan Daya Saing Sumber Daya Manusia”. Tema tersebut diterjemahkan dalam enam prioritas pembangunan daerah.
Dalam penyampaian LKPJ tersebut, Cak Nur merangkum tiga poin utama. Yakni realisasi APBD 2025, capaian indikator makro daerah, serta kinerja pembangunan berdasarkan prioritas pembangunan.

SERAHKAN: Wali Kota Batu Nurochman saat menyerahkan dokumen LKPJ Wali Kota Batu tahun anggaran 2025 kepada Ketua DPRD Kota Batu, M Didik Subiyanto. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan daerah Kota Batu tahun 2025 mencapai Rp1 triliun lebih atau 99,20 persen dari target. Pendapatan tersebut bersumber dari dua komponen utama.
Yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi Rp302 miliar atau 92,35 persen, serta pendapatan transfer sebesar Rp789 miliar atau 102,09 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,1 trilliun atau 89,16 persen dari anggaran.
Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp923 miliar atau 89,14 persen, belanja modal sebesar Rp79 miliar atau 85,30 persen, belanja tak terduga sebesar Rp27 juta atau 0,44 persen, belanja transfer sebesar Rp108 miliar atau 97,41 persen. Selain itu, realisasi pembiayaan daerah mencapai Rp144 miliar atau 99,99 persen dari anggaran yang ditetapkan.
Lebih lanjut, dalam indikator makro pembangunan daerah, beberapa indikator menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 80,35, naik 0,66 poin atau tumbuh 1,05 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 79,69. “Kenaikan ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat di berbagai dimensi,” tambahnya.
Di sisi lain, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 2,86 persen pada Maret 2025, turun 0,20 poin dibanding posisi Maret 2024 yang berada di 3,06 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menunjukkan tren positif. Pada 2025 tercatat 3,53 persen, melanjutkan penurunan seiring pulihnya sektor pariwisata dan jasa pendukung di Kota Batu.
“Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Batu mencapai 4,85 persen. Meski terdampak kebijakan efisiensi anggaran nasional, pertumbuhan ekonomi tetap terjaga berkat ketahanan sektor unggulan daerah,” ungkapnya.
Untuk PDRB per kapita atas dasar harga berlaku, tercatat meningkat menjadi Rp105 miliar tumbuh 5,74 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp99 miliar. Namun demikian, rasio ketimpangan (Gini Ratio) tercatat 0,347, sedikit meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 0,327. “Kenaikan ini menjadi perhatian kita bersama agar pembangunan ke depan semakin inklusif,” ujarnya.

Sebagai tahun transisi perencanaan, capaian pembangunan 2025 mengacu pada dua dokumen perencanaan sekaligus, yakni RPD 2022–2026 dan RPJMD 2025–2029.
Berdasarkan RPD 2022–2026, terdapat sejumlah capaian utama. Pada tujuan meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, indikator yang digunakan adalah IPM yang terealisasi 80,35 dari target 77,8.
Pada tujuan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, terdapat tiga indikator utama, yakni pertumbuhan ekonomi tercapai 4,85 persen dari target 4,64 persen, angka kemiskinan tercapai 2,86 persen dari target 3,93 persen dan ketimpangan pendapatan tercapai 0,347 dari target 0,322
Sementara itu, pada tujuan pembangunan infrastruktur dan ruang kota yang berkelanjutan, capaian indikator juga melampaui target. Yakni Indeks Kualitas Ruang Kota mencapai 82,66 dari target 80,43, serta Indeks Risiko Bencana mencapai 83,62.
Cak Nur menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, berbagai capaian pembangunan sepanjang 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah.
“Semua capaian yang kita raih merupakan hasil kerja keras, sinergi dan dukungan seluruh komponen daerah, termasuk kemitraan yang harmonis antara pemerintah daerah dan DPRD Kota Batu,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




