MALANG POST – Riuh tawa anak-anak bersahutan sejak pagi. Antrean wahana bergerak nyaris tanpa jeda. Sementara itu, spot-spot foto dipadati pengunjung yang tak ingin melewatkan momen. Begitulah vibes libur Lebaran 2026 di kawasan wisata milik Jawa Timur Park (JTP) Group.
Momentum libur panjang Idul Fitri 1447 H benar-benar dimanfaatkan wisatawan untuk berlibur bersama keluarga. Ribuan pengunjung memadati berbagai destinasi, mulai dari wahana edukasi hingga taman rekreasi. Udara sejuk khas Kota Batu semakin menambah kenyamanan berwisata.
Lonjakan kunjungan pun tak terelakkan. Selama masa libur Lebaran, jumlah wisatawan yang datang ke seluruh park JTP Group tercatat menembus lebih dari 20 ribu orang per hari. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa destinasi wisata ini tetap menjadi magnet utama.
Manajer Marketing and Public Relations JTP Group, Titik S. Ariyanto mengungkapkan, bahwa peningkatan jumlah pengunjung sudah terlihat sejak awal periode libur Lebaran. Tepatnya mulai Jumat (20/3/2026), grafik kunjungan terus merangkak naik dan cenderung stabil.
“Ramai, tapi tetap lancar,” ujarnya, Rabu (25/3).

FAVORIT: JTP Group tetap menjadi favorit masyarakat untuk menghabiskan sisa libur Lebaran tahun 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Angka lebih dari 20 ribu pengunjung per hari tersebut merupakan akumulasi dari seluruh destinasi yang dikelola JTP Group. Dengan durasi libur yang cukup panjang, pola kunjungan wisatawan cenderung merata dan tidak menumpuk pada satu hari tertentu.
Puncak kunjungan terjadi pada Minggu (23/3/2026). Rinciannya, Jawa Timur Park 3 mencatat 8.064 pengunjung, disusul Jawa Timur Park 2 sebanyak 6.969 pengunjung. Sementara itu, Museum Angkut dikunjungi 4.204 wisatawan dan Jawa Timur Park 1 sebanyak 3.560 wisatawan.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata keluarga yang menawarkan kombinasi hiburan dan edukasi. Di sisi lain, pengelola juga memastikan operasional tetap berjalan lancar meski jumlah pengunjung meningkat signifikan.
Dengan sisa masa libur Lebaran yang masih berlangsung hingga akhir pekan, jumlah kunjungan diperkirakan akan terus bertambah. Terutama saat mendekati puncak arus balik liburan.
Harapannya, tren kunjungan yang stabil ini bisa bertahan hingga akhir periode libur. Sehingga, geliat pariwisata di Kota Batu tetap terjaga dan mampu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, mulai dari perhotelan, kuliner, hingga sektor informal di sekitarnya. (Ananto Wibowo)




