Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Ketua DPRD Kota Malang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Lagi dan lagi, kasus mahasiswa bunuh diri (bundir) terjadi di sekitar jembatan Soekarno-Hatta (Soehat) Kota Malang. Kali ini CLS yang diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 11 Apartemen Soehat/Everyday Hotel, Rabu (25/3/2026). Hingga kini motifnya masih diselidiki polisi.
Bundir CLS ini menambah deretan kasus serupa di kawasan sekitar jembatan Soehat. Setidaknya pada tahun 2025 terjadi 4 kasus dan pada 2026 ini sudah tiga kasus. Selain menjatuhkan diri dari atas jembatan ke cadas Sungai Brantas semalam 12 meter, korban juga ada yang gantung diri di pohon kuburan Betek dan menjatuhkan diri dari apartemen. Baik kuburan Betek dan Apartemen Soehat itu lokasinya di ujung Selatan dan Utara jembatan Soehat.
Ironinya, para korban berstatus mahasiswa. Menanggapi maraknya bundir mahasiswa di Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, merasa prihatin. Menurutnya, untuk mengatasi masalah ini tidak bisa hanya mengandalkan pihak keluarga. Pemkot harus menggandeng kampus.
“Perlu ada aksi dari kampus dan pemkot di ruang bersama untuk mengatasi masalah ini. Juga kerjasama dengan pemda asal mahasiswa untuk membahas soal pendampingannya,” jelas Amithya.
Menurutnya, meski Walikota Malang, Wahyu Hidayat, sudah membuka komunikasi dengan pimpinan kampus, dewan terus mendorong agar segera dilakukan pertemuan dengan para rektor perguruan tinggi untuk mencari solusi. Amithya juga setuju jika para psikolog dilibatkan dalam pertemuan itu. (Eka Nurcahyo)




