MALANG POST- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, memastikan kesiapan layanan Angkutan Lebaran 2026, melalui sinergi kuat bersama pemerintah daerah. Komitmen tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat melakukan tinjauan ke Stasiun Malang, Rabu (18/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Malang didampingi Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, jajaran Forkopimda, serta unsur terkait lainnya. Untuk melihat langsung kesiapan layanan transportasi kereta api, menjelang puncak arus mudik Lebaran. Disambut EVP KAI Daop 8 Surabaya, beserta jajaran manajemen.
Peninjauan difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana, alur pelayanan penumpang, serta aspek keselamatan dan keamanan operasional. Selain itu, rombongan juga melihat langsung proses keberangkatan dan kedatangan kereta api, sekaligus berdialog dengan petugas di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, EVP KAI Daop 8 Surabaya memaparkan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan, untuk memastikan layanan optimal. Mulai dari peningkatan fasilitas stasiun, kesiapan sumber daya manusia, hingga penguatan sistem keselamatan perjalanan kereta api.
“Kami mengapresiasi kesiapan KAI, yang telah melakukan berbagai upaya peningkatan layanan. Sinergi yang baik antarinstansi ini sangat penting untuk memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Wahyu Hidayat.
Sejalan dengan itu, tingginya mobilitas masyarakat mulai terlihat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Berdasarkan data sementara hingga Kamis (19/3/2026) pukul 10.00 WIB, sebanyak 8.638 penumpang diproyeksikan akan menggunakan layanan kereta api di wilayah Malang Raya. Terdiri dari 4.298 penumpang berangkat dan 4.340 penumpang datang. Angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga malam hari.
Secara kumulatif, selama periode 11 – 19 Maret 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 73.537 penumpang di wilayah Malang Raya. Rinciannya, 43.091 penumpang berangkat dan 30.446 penumpang datang.
Stasiun Malang tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan total 63.272 penumpang, disusul Stasiun Kepanjen sebanyak 4.723 penumpang, Stasiun Malang Kota Lama 3.771 penumpang, serta Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung dengan total 1.771 penumpang.
Dari sisi penjualan tiket, hingga Kamis (19/3/2026), tercatat 75.930 tiket telah terjual atau sekitar 56 persen dari total kapasitas 136.045 tempat duduk, yang disediakan selama masa Angkutan Lebaran (11 Maret – 1 April 2026). Penjualan diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri.
EVP KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, menyampaikan, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam memastikan kelancaran Angkutan Lebaran tahun ini.
“Tinjauan Wali Kota Malang bersama jajaran Forkopimda, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kesiapan layanan KAI. Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, serta memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Daniel.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan tiket yang masih tersedia, termasuk program diskon dari pemerintah.
“Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan tidak terlalu mendekati waktu keberangkatan. Pastikan barang bawaan tetap dalam pengawasan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.
Sebagai tambahan informasi, pemerintah menghadirkan program diskon 30 persen untuk tiket KA Ekonomi Komersial yang berlaku pada periode 14–29 Maret 2026. Di wilayah Malang Raya tersedia 46.848 tiket diskon, dengan 36.455 tiket atau sekitar 78 persen telah terjual, sehingga masih terdapat 10.393 tiket yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dengan kesiapan operasional yang matang serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, KAI Daop 8 Surabaya optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Malang Raya dapat berjalan lancar, aman, nyaman dan memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi masyarakat. (M. Abd. Rachman. Rozzi)




