MALANG POST – Sejumlah pemuda tampak menyisir parit saluran drainase sepanjang ratusan meter di depan kompleks Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Rabu (18/3/2026). Sampah plastik dan limbah bekas lainnya yang berserak begitu saja dalam parit, dipungut satu per satu.
Kegiatan mengumpulkan sampah ini berlangsung kurang lebih tiga jam, dimulai pukul 10.30 WIB. Sempat hujan sebentar, lalu cuaca sangat terik, para relawan ini akhirnya bisa mengumpulkan sampah hingga delapan kantong plastik sampah berukuran besar.
Para pemuda yang bisa dibilang ‘pejuang ekologis’ ini yang tergabung Relawan Aksi Pulih. Dalam aksi membersihkan sampah ini, juga didukung dan diikuti perwakilan lintas komunitas.
Inisiator Aksi Pulih, Bagas Wipranata Yusuf megungkapkan, dalam menjalani puasa juga bisa dimaknai dengan kontrol diri untuk lebih bijak terhadap lingkungan. Seperti halnya, dengan mengurangi penggunaan plastik atau memastikan konsumsi kta tidak membebani alam.
“Kami prihatin, lalu bergerak bersama turun ke tempat ini, memastikan sampah tidak memenuhi saluran drainase atau parit ini. Sampah plastiknya cukup banyak mas, bahkan botol bekas minuman keras,” ungkap Bagas Wipranata, Rabu (18/3/2026).

Dari sampah yang terkumpul, memang paling banyak diambil adalah yang plastik atau bekas kemasan makanan. Selebihnya, banyak juga botol bekas minuman beralkohol berbagai merek.
Bagas menyatakan, menjaga kebersihan lingkungan, seperti di drainase agar tetap bersih dari sampah, adalah bentuk syukur atas nikmat air dan bumi yang telah menghidupi manusia.
Menurutnya, ini adalah bentuk ketaatan nyata sebagai sebuah “ibadah ekologis” yang manfaatnya dirasakan langsung orang banyak.
Aksi pembersihan sampah drainase di kawasan Stadion Kanjuruhan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan sebuah kebersamaan.
“Semangat Ramadan kami maknai untuk menggerakkan anak muda untuk turun tangan, memastikan daerahnya nyaman menjelang kemenangan di hari Lebaran tiba,” ungkapnya.
Dikatakan, aksi ini adalah pesan cinta untuk bumi.
“Kita ingin menyambut Idulfitri dengan rasa bangga dengan berkontribusi untuk kenyamanan lingkungan sekitar kita. Ini memang masih aksi kecil. Namun, kami yakin berdampak. Semoga bisa menjadj gerakan lebih meluas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*/Ra Indrata)




