MALANG POST – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemkot Batu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas. Pasalnya, aktivitas masyarakat yang meningkat selama Ramadan hingga mendekati Lebaran kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, momentum menjelang hari raya biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik di kawasan permukiman maupun di pusat-pusat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan area publik lainnya. Situasi tersebut berpotensi memicu berbagai tindak kriminal.
“Menjelang Idulfitri kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas seperti pencurian, penipuan, hipnotis, hingga pencopetan yang biasanya meningkat di area keramaian maupun permukiman,” ujar Cak Nur sapaa Nurochman, Senin (16/3/2026).
Menurut Cak Nur , terdapat beberapa waktu yang tergolong rawan terjadinya tindak kejahatan selama Ramadan. Salah satunya adalah saat masyarakat melaksanakan salat tarawih.
Pada rentang waktu sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, banyak rumah dalam kondisi kosong karena ditinggalkan penghuninya untuk beribadah di masjid atau musala. Kondisi ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan pencurian.
“Pada jam-jam tersebut banyak rumah kosong karena ditinggal penghuninya salat tarawih. Situasi ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya,” jelasnya.

Wali Kota Batu, Nurochman. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Selain waktu tarawih, potensi kerawanan juga muncul menjelang sahur hingga waktu Subuh, sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 WIB. Pada waktu tersebut sebagian warga biasanya sudah beristirahat kembali setelah sahur atau masih dalam kondisi tidur lelap.
“Kondisi itu membuat pengawasan di lingkungan menjadi berkurang. Karena itu masyarakat perlu memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum beristirahat,” imbuhnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Batu mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah sederhana namun efektif dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satunya dengan memastikan seluruh pintu dan jendela rumah dalam kondisi terkunci saat hendak bepergian atau ketika meninggalkan rumah untuk beribadah.
Menurutnya, langkah kecil seperti mengunci pintu dan jendela secara benar dapat meminimalkan peluang terjadinya aksi pencurian di lingkungan permukiman.
Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berada di tempat umum yang ramai pengunjung. Masyarakat diimbau untuk tidak mengenakan perhiasan atau barang berharga secara mencolok agar tidak menarik perhatian pelaku kejahatan.
“Jika berada di tempat ramai, masyarakat harus lebih waspada terhadap barang bawaan. Jangan sampai lengah karena pelaku pencopetan biasanya memanfaatkan situasi keramaian,” katanya.
Cak Nur juga menyoroti keamanan kendaraan yang sering menjadi sasaran pelaku kriminal, terutama saat diparkir di tempat umum. Ia meminta masyarakat menggunakan kunci ganda ketika memarkir kendaraan, terutama jika kendaraan ditinggalkan dalam waktu cukup lama.
Tak hanya itu, kewaspadaan juga diperlukan saat melakukan transaksi keuangan, khususnya ketika mengambil uang di mesin ATM. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan informasi pribadi seperti nomor PIN kepada siapa pun.
“Jangan sampai kelalaian atau kecerobohan justru membuka peluang terjadinya tindak kejahatan. Karena itu mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan lingkungan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keamanan menjelang Lebaran tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, warga diminta segera melaporkannya kepada aparat keamanan setempat.
“Dengan kewaspadaan bersama, kita bisa menjaga situasi tetap aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idulfitri dengan nyaman,” tandasnya. (Ananto Wibowo)




