MALANG POST – BMKG Juanda kembali mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang mengintai hampir seluruh wilayah Jawa Timur saat periode mudik Lebaran 2026.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, meminta masyarakat tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan menjelang Lebaran.
“Kita perlu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Jawa Timur yang bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi: hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es,” imbau Taufiq pada Senin (16/3/2026).
Daerah-daerah yang diprediksi rawan cuaca ekstrem mencakup:
Barat, Utara hingga Timur Jatim: Bangkalan, Banyuwangi, Blitar (kab/kota), Bondowoso, Gresik, Kediri (kab/kota), Lumajang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk. Serta surabaya Raya.
Bagian barat, tengah hingga timur: Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tulungagung, Jember.
Selatan hingga utara: Pasuruan, Bojonegoro, Jombang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Lamongan, Pamekasan, Tuban serta area Malang Raya.
Kondisi cuaca tidak berdiri sendiri. Menurut Taufiq, wilayah Jawa Timur saat ini berada dalam masa transisi dari musim hujan ke kemarau (pancaroba). Namun fenomena atmosfer global justru memperkuat peluang terjadinya cuaca ekstrem.
“Potensi cuaca ekstrem ini dipicu gangguan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bersifat spasial, serta Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah kita,” jelasnya.
Kondisi ini diperparah suhu muka laut di perairan selatan Jatim yang tetap hangat, ditambah atmosfer lokal yang labil, sehingga awan konvektif bisa tumbuh masif dan memicu hujan deras disertai petir.
Analisis terbaru menunjukkan pola belokan dan konvergensi angin di ketinggian 3.000 kaki per 10 Maret, mengindikasikan potensi cuaca ekstrem masih berpeluang meningkat. Udara atas pun menunjukkan atmosfer dalam status labil dengan konvektivitas sedang.
Menyikapi mobilitas mudik yang diperkirakan meningkat menjelang Lebaran, BMKG mengimbau warga, terutama yang berada di wilayah berbukit atau bertebing, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Wilayah dengan topografi curam/bergunung/bertebing perlu lebih waspada terhadap banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang,” tegas Taufiq.
Saran BMKG bagi masyarakat. Agar selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Waspadai perubahan cuaca mendadak saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya di daerah berudara licin dan berpotensi longsor. Bagi pengendara, pastikan kesiapan kendaraan dan rute alternatif saat menghadapi curah hujan deras atau angin kencang.
BMKG Juanda menegaskan informasi cuaca akan terus diperbarui seiring perkembangan cuaca. Tetap patuhi himbauan resmi dan jaga keselamatan keluarga selama mudik Lebaran 2026. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




