MALANG POST – Sebagai salah satu kampus di Kota Malang, yang menjunjung nilai kebudiutamaan, Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), melakukan serangkaian aksi nyata untuk membantu warga yang terdampak banjir bandang di wilayah Sumatera. Termasuk Aceh Tamiang.
Seperti pada minggu kedua Maret 2026 ini, Universitas IBU kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana, di Desa Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang.
Penyaluran bantuan tersebut, dilakukan melalui jaringan alumni kampus yang sebelumnya bernama IKIP Budi Utomo ini, yang berada di wilayah tersebut.
Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok berupa sembako, serta perlengkapan belajar bagi anak-anak. Seperti buku dan alat tulis.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama warga setempat.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga dan berlangsung dalam suasana kebersamaan.
Warga setempat menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menyampaikan, kepedulian terhadap masyarakat, menjadi bagian dari nilai yang terus dijaga oleh UIBU.
Menurut Sam Rektor, panggilan akrabnya, kampus tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga berupaya hadir memberi manfaat bagi masyarakat.
“UIBU berkomitmen menumbuhkan kepedulian dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.”
“Bantuan ini merupakan bagian dari upaya civitas akademika UIBU mulai mahasiwa, dosen dan alumni, untuk hadir membantu warga yang sedang menghadapi musibah,” ujar anggota Dewan Pakar PWI Jawa Timur ini.
Melalui kegiatan ini, UIBU berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat solidaritas antara kampus dan masyarakat.

Sebelumnya, Universitas IBU juga telah menggerakkan seluruh civitas akademika -mulai dari pimpinan, dosen, hingga mahasiswa- untuk menghimpun dana bantuan.
Menariknya, inisiatif ini sering kali disisipkan dalam agenda besar kampus, sebagai bentuk penguatan empati. Sebagai contoh, penggalangan dana dilakukan secara masif di sela-sela kegiatan “Goes to Bali” pada Desember 2025 untuk memastikan seluruh elemen kampus berkontribusi.
Salah satu kekuatan utama UIBU dalam aksi sosial di Aceh, adalah kolaborasi dengan jaringan alumni.
Hingga awal Maret 2026 kemarin, bantuan terus mengalir dan disalurkan melalui alumni yang berada di lokasi bencana atau wilayah terdekat.
Hal ini dilakukan agar bantuan dapat menjangkau sasaran secara lebih akurat dan efisien, mengingat alumni memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi lapangan.
Karena bencana berdekatan dengan momentum bulan suci, UIBU menjadikan Ramadan 2026 sebagai titik tolak untuk memperluas manfaat.
Sam Rektor menekankan filosofi “Heppiee itu Wajib”, sebagai dasar untuk selalu bersyukur dan mempermudah langkah dalam memberi manfaat kepada sesama, khususnya bagi masyarakat Aceh Tamiang yang membutuhkan pemulihan pasca-bencana.
Aksi sosial UIBU tidak bersifat sekali jalan. Pihak kampus memastikan bahwa penggalangan bantuan dilakukan selama beberapa gelombang untuk memastikan ketersediaan dukungan logistik atau dana bagi warga yang masih berada di masa transisi pemulihan. (Ra Indrata)




