Dekan FIA UB Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami bersama jajaran dalam konferensi pers pengembangan kelas internasional dan Degree/Double Degree. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
MALANG POST – Universitas Brawijaya (UB) melalui Program Studi Magister Administrasi Publik (MAB), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), mengumumkan pengembangan Program Joint Degree/Double Degree berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 263 Tahun 2026.
Program ini dapat menjadi salah satu syarat penyetaraan ijazah bagi mahasiswa. Penyelenggaraan program mencakup tiga universitas mitra internasional, yaitu:
1.Master of International Community Development, Victoria University (Australia). 2.Graduate School of Asia Pacific Studies, Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Jepang. 3.National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Tokyo, Jepang
Dekan FIA UB, Hamidah Nayati Utami, menuturkan bahwa pengembangan program double degree di fakultasnya telah dimulai sejak tahun 2007 dan terus berkembang hingga menjalin kerja sama dengan berbagai negara.
“Program kami sejak 2007 memang berawal dari inisiatif beasiswa Bappenas. Namun dalam perkembangannya kami tidak hanya mengandalkan itu, karena kami juga mengembangkan kerja sama double degree dengan beberapa perguruan tinggi di luar Jepang, seperti di Taiwan dan Thailand, untuk program S2 maupun S3,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa FIA UB juga tengah mempersiapkan pengembangan kerja sama baru dengan perguruan tinggi di Australia. Saat ini sejumlah mahasiswa telah direkrut dan mengikuti perkuliahan di Malang sebelum melanjutkan studi ke Australia.
“Mudah-mudahan tahun depan kami bisa melaksanakan program S2 dengan Australia. Mahasiswanya sudah direkrut dan sekarang mengikuti perkuliahan di Malang sebelum melanjutkan ke Australia,” ujarnya.
Tidak hanya untuk jenjang magister dan doktoral, FIA UB juga merencanakan pengembangan program double degree untuk mahasiswa sarjana. Skemanya, mahasiswa akan menempuh dua tahun studi di UB dan dua tahun di perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Ke depan, program internasional ini diharapkan semakin memperluas kesempatan mahasiswa UB untuk mendapatkan pengalaman akademik global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.
Kepala Bidang Akademik FIA, Dr. Fadillah Amin, M.AP., Ph.D., menjelaskan bahwa Program Joint Degree/Double Degree MAB telah aktif dijalankan sejak 2006 dengan mitra perguruan tinggi di Jepang.
Skema program melibatkan satu tahun studi di MAB UB dan satu tahun berikutnya di salah satu perguruan tinggi mitra Jepang. Mahasiswa bebas memilih kampus tujuan studi yang telah menjadi mitra UB.
Untuk penyelenggaraan tahun ini, terdapat tujuh mahasiswa MAB yang mengikuti program Double Degree. Mereka akan berangkat ke Jepang untuk studi pada September 2026.
Sementara pada tahun sebelumnya, enam mahasiswa MAB berangkat sebagian ke Victoria University di Melbourne, Australia.
Fadillah Amin menambahkan bahwa mayoritas mahasiswa yang mengikuti program ini adalah penerima beasiswa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) yang bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), serta Australian Awards.
Sementara itu, Ketua Pusat Kerjasama Pendidikan Internasional Bergelar, UPT Global Partnership and Reputation UB, Dadang Meru Utomo, Ph.D., menuturkan bahwa Program Double/Joint Degree merupakan program akademik internasional berganda yang dikelola langsung oleh Kantor Pusat UB.
Program ini menawarkan kesempatan bagi seluruh mahasiswa UB dari jenjang S1, S2, maupun S3 untuk menyelesaikan studinya bersama mitra internasional. (M. Abd. Rachman, Rozzi-Januar Triwahyudi)




