MALANG POST – Pemerintah Desa Tulungrejo menyalurkan program kesejahteraan bagi warganya. Sebanyak 2.611 paket sembako dibagikan secara gratis kepada keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa menjelang Lebaran.
Pembagian bantuan tersebut berlangsung di Kantor Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kamis (12/3/2026). Ribuan paket sembako itu disalurkan secara bertahap selama tiga hari kepada warga yang tersebar di seluruh wilayah desa.
Kepala Desa Tulungrejo, Suliono menjelaskan, bahwa program bantuan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Menurutnya, peningkatan PADes tersebut kemudian dialokasikan untuk berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui bantuan pangan.
“Dana tersebut kami alokasikan untuk berbagai program kesejahteraan masyarakat, termasuk bantuan sembako bagi warga,” ujarnya.
Suliono menuturkan, penyaluran ribuan paket sembako itu juga menjadi bentuk komitmen pemerintah desa agar hasil pengelolaan PAD dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Ia menyebut, sekitar 2.611 paket sembako disiapkan untuk menjangkau seluruh rumah tangga di Desa Tulungrejo. Program tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
“Dengan adanya peningkatan pendapatan asli desa, hari ini kami bisa menyerahkan lebih paket sembako kepada seluruh warga atau rumah tangga di Desa Tulungrejo. Ini bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat,” paparnya.
Selain program sembako, PADes Tulungrejo juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial lainnya. Mulai dari bantuan bagi warga sakit yang kurang mampu, bantuan bagi fakir miskin, hingga program beasiswa pendidikan bagi pelajar dari keluarga prasejahtera.

SEMBAKO GRATIS: Pemdes Tulungrejo jadi salah satu desa yang patut dicontoh, seiring meningkatnya PADes mereka membagikan ribuan paket sembako gratis kepada masyarakat. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Tidak hanya itu, pemerintah desa juga mengalokasikan dana untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di wilayah desa.
Program perlindungan tersebut menyasar sejumlah profesi yang memiliki risiko kerja tinggi namun kerap belum tersentuh jaminan sosial. Di antaranya tukang ojek, buruh tani, hingga pekerja pemecah batu.
“Program perlindungan ini kami tujukan bagi pekerja rentan yang selama ini belum memiliki jaminan sosial. Seperti tukang ojek, buruh tani dan pemecah batu,” jelasnya.
Suliono menambahkan, pembagian sembako secara menyeluruh kepada warga ini merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Tulungrejo. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menekan pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
“Program ini baru pertama kali kami gelar. Harapannya bisa membantu meringankan pengeluaran masyarakat menjelang Lebaran. Pada dasarnya, pendapatan asli desa memang merupakan hak masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah desa berharap pendapatan asli desa dapat terus meningkat sehingga program-program kesejahteraan bagi masyarakat dapat diperluas.
“Semoga PAD Desa Tulungrejo terus meningkat sehingga bantuan sembako yang kami salurkan juga bisa bertambah dan benar-benar memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” harapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai program pembangunan desa. Dengan dukungan tersebut, pemerintah desa optimistis Tulungrejo dapat berkembang menjadi desa yang semakin mandiri dan berdaya.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar Desa Tulungrejo semakin maju dan pendapatan desa bisa terus berkembang untuk pemberdayaan warga,” pungkasnya.




