MALANG POST – Pemerintah Kota Batu telah bekerjasama dengan sejumlah universitas, untuk memberikan beasiswa dalam program 1000 beasiswa sarjana. Beasiswa diberikan kepada pelajar di Kota Batu, yang didanai oleh APBD Kota Batu serta melalui skema CSR.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, Rabu (11/3/2026) menyampaikan informasi tersebut.
Sejak tahun 2025 lalu, jelasnya, sudah ada 283 penerima beasiswa yang masuk melalui jalur prestasi akademik, non akademik, tahfidz hingga disabilitas. Serta melalui jalur afirmasi untuk kategori masyarakat kurang mampu. Tahun ini, terdapat 399 penerima beasiswa.
“Program ini merupakan visi misi Wali kota dan Wakil Wali Kota Batu, untuk memberikan kesempatan bagi para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, khususnya untuk anak yang kurang beruntung.
Beasiswa itu sendiri, tambah Koordinator Beasiswa Pemkot Batu, Adhiwa Restuanggara Saeputra, selain membantu meringankan beban ekonomi biaya pendidikan di keluarga, juga memberikan kesempatan bagi masyarakat pra sejahtera, agar bisa mendapat pemerataan pendidikan, serta meningkatkan kualitas SDM Kota Batu.
“Melalui beasiswa ini, mahasiswa bisa lebih fokus untuk menjalankan proses perkuliahannya, tanpa memikirkan beban biaya pendidikan. Serta bisa membangun jejaring antar mahasiswa, untuk memperluas peluang karir,” katanya.
Kemudian untuk pencairan atau penyaluran dana beasiswa, juga selalu sesuai dengan perjanjian awal oleh Pemkot Batu.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Kewirausahaan Karir dan Alumni Universitas Negeri Malang, Subur Hariono, S.Pd., menyampaikan, pihaknya telah bekerjasama dengan Pemkot Batu dalam menyukseskan program beasiswa 1000 sarjana.
Pihaknya juga terus melakukan monitoring akademik, kepada para penerima beasiswa ini dan mendorong untuk terus meningkatkan prestasinya. Baik prestasi akademik maupun non akademik, melalui kegiatan yang ada di kampus. Dengan harapan bisa menunjang pengembangan diri dan peningkatan skill.
“Namun jika ditemukan adanya penurunan capaian prestasi akademik, pihak kampus bakal melakukan pembinaan, serta melaporkan hasil studi kepada pemberi beasiswa. Untuk penentuan apakah akan melanjutkan pemberian beasiswa atau memutuskan kontrak,” tandasnya. (Yolanda Oktaviani/Ra Indrata)




